Oleh: Huang Xiao Yu

Lubang hitam telah menjadi sebuah istilah fisika yang dikenal luas masyarakat. Sekarang, para ilmuwan kembali mengemukakan sekaligus mensimulasikan sebuah teori cincin hitam. Teori tersebut menuturkan bahwa di alam semesta terdapat cincin hitam yang saling terkait erat dengan lubang hitam. Cincin hitam itu tidak berada di ruang tiga dimensi, namun, berada di ruang lima dimensi atau lebih.

Melansir laman “Daily Mail” Inggris, Rabu (24/2/2016), menurut ilmuwan dari University of Cambridge dan Queen Mary University of London, Inggris, bahwa bentuk susunan lubang hitam bisa berupa lingkaran, jadi bisa disebut cincin hitam. Jika dipertimbangkan proses evolusi lubang hitam berupa lingkaran, maka pandangan komunitas fisika menyingkirkan semua hukum-hukum fisika yang ada. Naked singularity itu kemungkinan memang eksis, sehingga dengan demikian, teori relativitas umum Einstein akan terpatahkan.

Cincin atau lingkaran-lingkaran ini akan terhubung satu sama lain, membentuk rangkaian “vakuola” seperti seuntai manik. Vakuola-vakuola ini dapat berubah bentuk, dan benang yang terhubung dengan vakuola bisa menjadi lebih halus seiring dengan perubahan waktu. Benang-benang halus ini bisa setipis hingga membentuk serangkaian lubang hitam mini, dan perubahannya ini sangat mirip dengan aliran tetes air dari kran yang bisa membentuk seuntai tetesan air.

Menurut laporan terkait, bahwa teori lubang hitam berbentuk lingkaran atau cincin ini sebenarnya telah dikemukakan sejak 2002 silam. Hanya saja sekarang baru ada ilmuwan yang mencetuskan model perubahan dinamis yang relevan, dan dikomputasi dengan simulasi superkomputer.

“Dan jika teori relativitas umum Einstein terpatahkan, sebuah teori baru tidak lagi memiliki kekuatan prediktif. Umat manusia harus mencari teori alternatif baru untuk bisa memahami alam semesta.”

Meskipun teori relativitas umum telah dikonfirmasi secara luas, tapi teori ini tidak menyebutkan ada berapa dimensi ruang-waktu dari alam semesta. Oleh karena itu, fisikawan teoritis mencoba membayangkan multi dimensi ruang-waktu, dan hasilnya ditemukan, bahwa jika diasumsikan cincin hitam berada di ruang lima dimensi, maka teori relativitas umum Einstein akan terpatahkan, dan gambaran hukum fisika alam semesta akan menjadi sistem teori lain yang dibentuk dari singularitas telanjang sebagai dasar teori, demikian dilansir eurekalert.org-American Association for the Advancement of Science-AAAS, Kamis (18/2/2016).

Sementara itu, menurut laporan sciencealert.com Australia, Jumat (19/2/2016), jika alam semesta kita adalah ruang empat dimensi, maka cincin hitam dan singularitas telanjang itu tidak akan eksis, namun, dimensi ruang-waktu alam semesta bisa mencapai 11 dimensi.

Masalahnya, kemampuan manusia hanya terbatas pada wawasan ruang-waktu tiga dimensi, dan untuk menegaskan multi dimensi hanya bisa dicoba melalui percobaan tabrakan partikel dengan sejenis Large Hadron Collider (Penumbuk Hadron Raksasa). (epochtimes/joni/rmat)

 

 

Share

Video Popular