JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menanggapai soal bedak bedak bayi Johnson & Johnson yang dituduh pemicu kanker. Perusahaan ini bahkan dituntut oleh Pengadilan Pengadilan St.Louis, Missouri untuk membayar ganti rugi US$ 72 juta atau Rp 967,8 miliar kepada keluarga korban.

Sehubungan dengan adanya pemberitaan yang marak di berbagai media di dalam negeri maupun luar negeri, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) memberikan penjelasan kepada masyarakat sebagai berikut:

  1. Bahwa nama produk yang tercantum dalam pemberitaan tersebut adalah Johnson’s Baby Powder Cornstarch with Aloe & Vitamin E dan Johnson’s Baby Powder Calming Lavender & Chamomile.
  2. Berdasarkan penelusuran database notifikasi kosmetika yang ada di Badan POM, terdapat 9 produk baby     powder PT. Johnson & Johnson dari 75 produk baby powder yang ternotifikasi, namun produk baby powder Johnson & Johnson yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut di atas tidak terdapat dalam database notifikasi kosmetika.
  3. Bahwa komposisi produk baby powder Johnson & Johnson yang ternotifikasi di Badan POM umumnya mengandung talc dengan kadar 98% – 99.83%
  4. Bahwa sesuai Peraturan Kepala Badan POM RI Nomor 18 Tahun 2015 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika, Lampiran I Daftar Bahan yang diperbolehkan digunakan dalam Kosmetika dengan pembatasan dan persyaratan penggunaan, talk boleh digunakan pada kosmetika jenis sediaan serbuk untuk anak-anak dan sediaan lainnya, tidak ada pembatasan kadar maksimum penggunaan maupun persyaratan lainnya, dan pada sediaan serbuk untuk anak-anak harus mencantumkan peringatan “Jauhkan serbuk dari mulut dan hidung anak-anak”.
  5. Bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena produk baby powder Johnson & Johnson yang ternotifikasi    di Badan POM tidak mengandung bahan dilarang yang dapat memicu kanker.
  6. Sebagai perlindungan kepada masyarakat, Badan POM akan terus melakukan pengawasan terhadap kemungkinan beredarnya produk yang tidak memenuhi syarat.
  7. Badan POM akan tetap memantau dan mengawasi pemberitaan ini, jika memerlukan informasi lebih l           lanjut, dapat menghubungi Contact Center HALOBPOM 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email               halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh     Indonesia.

Keputusan Pengadilan di Amerika Serikat diketahui pada Senin (22/2/2016) oleh Pengadilan St.Louis, Missouri, Amerika Serikat. Dalam putusannya, hakim memutuskan pihak keluarga  memenangkan gugatan. Kasus ini berkaitan gugatan tewasnya Jackie Fox. Korban mengaku kanker yang dideritanya disebabkan oleh produk Baby Powder dan Shower to Shower yang dibuat oleh Johnson & Johnson.

Bedak ini digunakan oleh Jackie Fox pada daerah kewanitaannya. Dia beralasan bertujuan untuk kesehatan. Pihak Johnson & Johnson menyatakan produk mereka tetap aman dan membantah bedak penyebab kanker. (asr)

Share

Video Popular