Oleh: Su Fei

Untuk pertama kalinya, Ordnance Survey, agen pembuatan peta dari Inggris berhasil membuat peta dari planet lain, menggambarkan peta digital pertama untuk planet Mars! Peta planet Mars dibuat dalam dua versi cetakan fisik dan digital. Peta ini akan meletakkan dasar navigasi planet Mars dalam beberapa dekade mendatang. Peta ini dirancang oleh ilmuwan Inggris sebagai perencanaan pendaratan ExoMars Eropa di Mars untuk 2019 mendatang.

Melansir laman daily mail online Inggris, peta yang dibuat berdasarkan data dari NASA yang memperkirakan permukaan Mars ini menutupi wilayah planet Mars yang luasnya setara dengan 40 kali luas wilayah Inggris, atau kira-kira seukuran luas negara Amerika Serikat, menempati 7% dari area permukaan Mars.

Menurut Chris Wesson, konsultan desain kartografi OS yang mendesain peta tersebut, proses itu sangat mirip dengan gambar peta Inggris, tapi rute jalur yang perlu ditandai itu bukan bar atau gereja, melainkan kawah bebatuan dan titik-titik pendaratan.

“Bagi saya, tantangan terbesar terletak pada data yang berisi banyak informasi. Anda bisa memperbesar gambar peta dan melihat banyak batu yang menonjol, namun, daerah keberadaan mereka ada yang berliku dan tidak rata, juga ada yang tampak datar. Selain itu, Anda harus menandai semua lokasi berkawah besar. Tugas utama saya adalah membuat gambar dan kedalaman kawah secara detail, permukaan di daerah ini sekilas tampak sangat datar, namun pada kenyataannya tidaklah demikian,” kata Wesson.

Peta Mars yang dibuat Ordnance Survey Inggris ini terinspirasi dari Dr. Peter Grindrod, seorang ilmuwan dari Birkbeck, University of London, Inggris.

“Saat ini, ia sedang mempelajari apakah bisa membuat sebuah peta Mars yang tipikal, yaitu peta jalan yang mudah dipahami. Kami juga telah membahas kemungkinan ini, dan akhirnya memutuskan membuat sebuah peta yang lebih mudah dipahami sebagai dasar pemetaan untuk misi Mars di masa depan,” jelas Wesson.

Ordnance Survey Inggris memutuskan membantu Dr. Peter Grindrod membuat peta.

“Tidak tertutup kemungkinan suatu hari nanti seseorang membawa peta ini sebagai pemandu arah dan perjalanan di Mars.” Ujar Wesson.

Peta ini mungkin dapat digunakan untuk misi ke Mars dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan.

Wesson juga menyebutkan bahwa misi ExoMars dari Badan Antariksa Eropa akan menuju ke Mars pada 2018 untuk mencari kehidupan. September 2015 lalu, NASA juga telah menemukan kandungan air di Mars, dan pada Oktober berikutnya merilis sebuah laporan tentang kemungkinan umat manusia menetap dan hidup di Mars pada 2030 mendatang. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular