Oleh: dr. Soe Hyo – Seok

Sistem kekebalan tubuh melindungi kita dari infeksi patogen seperti bakteri, virus, dan parasit. Selain itu juga melindungi kita dari kanker dan mengembalikan jaringan yang rusak.

Meskipun manusia dilahirkan dengan membawa sistem kekebalan tubuh, namun mayoritas kekebalan kita diperoleh melalui paparan berbagai patogen seiring dengan bertambahnya usia. Sistem kekebalan tubuh yang sehat, dapat membedakan patogen dari jaringan tubuh sendiri, tetapi ketika terjadi kekacauan, sistem kekebalan tubuh akan menyerang jaringan tubuh, fenomena ini disebut sebagai penyakit autoimun.

Di Amerika Serikat, diperkirakan ada sekitar 5 sampai 8 persen dari total populasi yang menderita autoimun, lebih banyak diderita kaum perempuan daripada laki-laki.

Jadi mengapa sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh padahal seharusnya melindungi dari patogen? Hal ini disebabkan degradasi kemampuan mengidentifikasi, yang muncul dari melemahnya paru-paru. Stres, alergi, polusi lingkungan, pola makan yang buruk, dan penyalahgunaan obat-obatan kimia semua bisa berkontribusi melemahkan paru-paru dan penyakit autoimun.

Begitu fungsi paru-paru melemah, amandel yang merupakan garis pertahanan pertama kekebalan tubuh, juga terdegradasi. Sehingga menyebabkan serangan acak oleh sel-sel imun, seperti sel-sel darah putih (leukosit), terhadap jaringan tubuh sendiri karena ketidakmampuan dari sistem kekebalan tubuh untuk membedakannya dari patogen.

Sebagai contoh, antigen (protein yang menggerakkan sistem kekebalan tubuh untuk bereaksi) pada bakteri streptococcus, sangat mirip dengan jaringan jantung, dan ketika sistem kekebalan tubuh menjadi tidak sehat, maka antibodi yang dibentuk oleh tubuh untuk melawan streptococcus, dapat menyerang jaringan jantung. Inilah apa yang dikenal sebagai demam rematik.

Kini telah terdeteksi lebih dari 80 jenis penyakit autoimun yang diakui.

Beberapa penyakit autoimun, seperti diabetes dan penyakit Addison yang merusak jaringan organ tunggal. Diabetes terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang pankreas, dan penyakit Addison terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar adrenal.

Pada penyakit autoimun lainnya seperti radang sendi (rheumatoid arthritis) dan lupus eritematosus sistemik, sistem kekebalan tubuh menyerang beberapa daerah sekaligus. Misalnya radang sendi, sistem kekebalan tubuh biasanya menyerang persendian tangan dan kaki, tetapi juga dapat menyerang pembuluh kulit, mata, paru-paru, dan darah. Sedangkan pada lupus, sistem kekebalan tubuh menyerang sendi, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, dan paru-paru.

Gejala penyakit autoimun bervariasi, namun pada umumnya kelelahan sistemik tanpa sebab yang jelas, merasa tidak sehat meskipun Anda sudah cukup beristirahat, demam berkepanjangan, nyeri sendi, dan ruamruam.

Paru-paru sehat menormalkan imunitas

Untuk mengembalikan sistem kekebalan tubuh yang kacau sehingga dapat membedakan sel-sel tubuh dari benda asing, Anda harus memiliki paru-paru yang sehat. Saya menganggap paru-paru menjadi tempat lahirnya kehidupan, disaat mereka sehat, sel-sel darah putih (leukosit) akan memperoleh kemampuan untuk mengidentifikasi dirinya sendiri dari yang lainnya.

Ketika paru-paru terhidrasi dan dibersihkan secara menyeluruh dari masalah sampah dan zat beracun, maka panas yang berlebihan (dalam pengobatan tradisional Korea termasuk jenis patogen) akan didinginkan, dan sel-sel darah merah (eritrosit) akan lebih baik mengangkut oksigen dan mengeluarkan karbondioksida dari seluruh tubuh. Selain itu, kemampuan sel darah putih (leukosit) untuk melindungi tubuh dengan pembentukan antibodi akan meningkat tajam.

Dengan demikian, ketika fungsi paru-paru meningkat, kekebalan organ-organ tubuh, termasuk amandel, akan menjadi lebih sehat dan menghasilkan limfosit yang lebih sehat dan kuat, yakni sejenis sel darah putih yang menjadi kunci dalam berhasilnya respon kekebalan tubuh. Limfosit yang sehat tersebut akan memiliki kemampuan lebih besar untuk menangkal patogen.

Jumlah limfosit sebesar 20-40 persen dari sel-sel darah putih. Setelah sekitar dua bulan pembersihan paru-paru, amandel akan menghasilkan lebih banyak limfosit yang lebih cerdas. Limfosit ini akan membedakan secara tepat antara diri sendiri dengan lainnya, dan mulai menghancurkan patogen serta benda asing.

Perbaikan sistem kekebalan tubuh

Pengobatan tradisional Korea menganggap bahwa di dalam lingkungan yang sama, penyakit akan menyerang hanya pada orang yang memiliki kekebalan lemah. Dengan kata lain, jika kekuatan vital dalam tubuh mapan, maka patogen dapat tidak berhasil menyerang.

Jadi bagaimana kita bisa memperkuat kekuatan vital?

Namun yang terpenting adalah mengonsumsi makanan sehat dan tepat. Pertama-tama, Anda harus menghentikan makanan instan dan cepat saji, serta menahan diri dari penyedap rasa atau perisa buatan.

Sebaliknya, apabila kita mengonsumsi banyak makanan pahit dan asam, akan bermanfaat untuk memelihara kekebalan tubuh. Mengonsumsi sejumlah besar sayuran pahit seperti bitter greens dan chicory, akan meningkatkan kesehatan sel-sel darah merah (eritrosit), sehingga mereka tidak akan terpengaruh oleh perubahan musim, dengan demikian akan mencegah pilek.

Makanan dengan rasa asam, seperti aprikot Jepang (umeboshi, asinan aprikot), buah schizandra (wǔ wèi zi), quince (mirip pir berwarna kuning), dan buah cornus (dogwood), yang berkhasiat meningkatkan metabolisme dan sekresi enzim pencernaan, serta efektif untuk mengharmonisasi pencernaan dan penyerapan nutrisi.

Pisang dan brokoli juga memiliki banyak vitamin yang membantu memperkuat fungsi sel darah putih (leukosit). Bawang putih, tomat, dan jamur shiitake akan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, membantu mencegah invasi virus dan bakteri.

Dalam pengobatan Korea, fungsi serat makanan dianggap seperti air, yang mengguyurkan air pada patogen kelebihan panas di dalam tubuh, sehingga sangat dianjurkan untuk banyak mengonsumsi sayuran mentah.

Terlebih lagi, mengonsumsi whole food (makanan yang tidak melalui proses pengolahan secara industri) yang terjaga bentuknya saat masih mentah, seperti ikan dengan tulangnya dan makanan yang masih berupa biji-bijian, seperti beras merah, kacang-kacangan, dan biji wijen.

Cara penting lainnya untuk membentengi paru-paru diantaranya menghindari kelelahan, stres, dan obat-obatan kimia, serta menahan diri dari merokok dan minuman alkohol.

Kegiatan sehari-hari yang meningkatkan kualitas pernapasan, seperti berjalan kaki, mendaki gunung, dan latihan pernapasan, juga akan membantu amandel menjadi lebih sehat dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga mencegah timbulnya penyakit autoimun.

Jadi untuk mengatasi penyakit autoimun, bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup yang selaras dengan kekuatan alam, yakni makan, bekerja, dan beristirahat secara seimbang. (Ajg/Yant)

Bersambung

Dr. Seo Hyo Seok adalah direktur Rumah Sakit Pengobatan Pyunkang Korea, yang memiliki tujuh cabang di Korea Selatan, satu di Stanton University, California, dan satu lagi di Atlanta, keduanya di AS. Dr. Seo termasuk peringkat atas dari Kyung Hee University, Korea, dan telah bertahun-tahun melakukan penelitian untuk mengembangkan formula herbal Pyunkang-Hwan, yang dapat meningkatkan kekebalan dengan memperkuat fungsi paru-paru. Ia telah membantu penyembuhan lebih 155.000 pasien dari berbagai kondisi.

Share

Video Popular