Seorang pria usia 20-an mengalami (gejala) demam, setelah didiagnosis ditemukan adanya benjolan kecil pada paru-paru, semula dikira terinfeksi TBC, namun tidak ada tanda-tanda membaik setelah menjalani proses pengobatan, selain itu juga tidak ditemukan sebabnya meski menjalani rawat inap di rumah sakit, belakangan terjadi pembengkakan dan luar biasa sakitnya pada sendi tangan dan kaki, setelah itu baru diketahui semua gejala itu ternyata bersumber dari vaskulitis (peradangan pada pembuluh darah) terkait antibodi sitoplasmik antineutrofil -ANCA.

Ou Can Teng, dokter ahli bidang alergi, imunologi dan rheumatology dari Chung-Ho Memorial Hospital, Kaohsiung Medical University, Taiwan, mengatakan, vaskulitis (peradangan pada pembuluh darah) adalah suatu penyakit yang sulit didiagnosis dan ditentukan secara perbandingan, karena gejalanya beragam dan tidak spesifik, awalnya akan terjadi gejala sinusitis, batuk darah, hematuria, demam dan gejala lain, atau terjadi purpura, ruam, ruam kemerahan pada kulit, dan sulit didiganosis dini.

Sementara itu, direktur bidang alergi, imunologi dan rheumatology dari Far Eastern Memorial Hospital, Taiwan Wu Jian-sheng, mengatakan vaskulitis adalah sebuah istilah dari sejenis penyakit, karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan pembuluh darah, sehingga menyebabkan peradangan pada dinding pembuluh darah dan memicu terjadinya infiltrasi sel inflamasi, serta penebalan pada dinding pembuluh darah, dan kerusakan lapisan pembuluh darah, menyebabkan penyempitan atau bahkan penyumbatan rongga pembuluh darah.

Menurut penuturan Wu Jian Sheng, ia pernah menangani seorang penderita berusia 50-an yang menderita vaskulitis terkait ANCA, sebelumnya penderita pernah menjalani proses pengobatan batuk darah yang dikira tuberkulosis, dalam pengobatan penyakit tersebut, penderita juga mengalami gejala sinusitis dan hematuria, hingga pada akhirnya berobat ke dokter ortopedi karena kebas atau mati rasa pada kaki, dan setelah ditanya tentang riwayat penyakit, semua gejalanya itu diduga berhubungan vaskulitis, hingga pada akhirnya baru bisa dipastikan setelah pemeriksaan ANCA.

Prevalensi vaskulitis terkait ANCA tidak tergolong tinggi di Taiwan, dan publik juga tidak tahu banyak tentang penyakit ini, agar bisa diagnosis sedini mungkin diperlukan kerja sama (penderita) dengan dokter, jika terus terjadi gejala yang beragam, seperti sinusitis, hematuria, hemoptisis dan efek berulang, dan tidak ditemukan sebabnya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter apakah perlu melakukan pemeriksaan Antineutrophil Cytoplasmic Antibody-ANCA, untuk menghindari vasculitis terkait ANCA merasuki tubuh anda, tandasnya menambahkan. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular