Gelembung Biru yang Menakjubkan di Antariksa

1305
Keterangan gambar: Jumat, 26 Februari lalu, NASA merilis karya terbaru Teleskop Hubble yang berhasil menangkap sebuah fenomena astronomi berupa gambar gelembung biru raksasa yang menakjubkan di luar angkasa. (NASA)

Oleh: Lin Yan

Jumat, 26 Februari 2016 lalu, NASA merilis karya terbaru yang menakjubkan dari teleskop luar angkasa Hubble, yakni fenomena astronomi yang berhasil diabadikan Teleskop Hubble berupa gambar gelembung biru raksasa. Di dalam buntalan gelembung raksasa biru ini terdapat sebuah bintang supermasif yang langka, yakni WR 31A.W

Menurut peneliti, gambar dari teleskop Hubble ini merupakan gambar luar angkasa dengan detail yang paling lengkap dalam sejarah. Dari situs nasa.gov menunjukkan, Wolf-Rayet-WR 31A ini terletak di konstelasi Carina, yang berjarak sekitar 30 ribu tahun cahaya dari Bumi. Gelembung biru raksasa yang menyelimuti bintang supermasif ini terbentuk dari hidrogen, debu, helium, dan gas dan sebagainya.

Menurut para ilmuwan, Wolf-Rayet-WR 31A itu diperkirakan telah terbentuk sejak 20 ribu tahun silam, gelembung ini terbentuk dari angin luar angkasa yang membuat kontak dengan bagian luar hidrogen yang dipancarkan Wolf-Rayet. Proses tersebut kemudian membentuk sebuah lingkaran atau cincin.

Dari hubblesite.org menunjukkan, gelembung biru raksasa itu kini sedang berkembang dengan kecepatan sekitar 137,000 mil (220 ribu kilo meter per jam). Namun, siklus hidup Wolf-Rayet-WR 31A ini hanya ratusan ribu tahun, dan waktu ini hanya “sekejab mata” di alam semesta.

“Meskipun massa awal WR 31a memiliki ukuran 20 kali lebih besar dari massa matahari, namun, masa hidup bintang ini tergolong singkat, setengah dari massanya akan terkuras kurang dari 100 ribu tahun. Setelah itu, WR 31A akan mati dan membentuk sebuah supernova yang amat besar. Hasil ledakan tersebut kemungkinan dapat membentuk bintang ataupun planet baru,” pungkas NASA. (Epochtimes/joni/rmat)