7 Tahun Hilang, Petualang Jerman Ditemukan Menjadi Mumi

17774
Keterangan foto: Jenasah Manfred Fritz Bajorat saat sebelum dievakuasi. (Christopher Templanza/PNP Barobo Station via AP/ Daily Mail)

Jenasah petualang Jerman yang hilang 7 tahun lalu bersama kapal pesiar rusak yang diduga pernah ia gunakan, telah ditemukan oleh nelayan Filipina berada di sebuah pantai pulau yang terletak di selatan Filipina. Jenasahnya sudah menjadi mumi tetapi masih berposisi saat sebelum meninggal. Polisi Filipina sedang bekerjasama dengan pihak berwenang Jerman untuk mengungkap penyebab kematiannya.

Daily Mail melaporkan bahwa petualang Jerman tersebut bernama Manfred Fritz Bajorat, berusia 59 tahun. Baik tetangga maupun sanak familinya telah kehilangan kontak dengannya sejak 2009, sampai baru-baru ini 2 orang nelayan Filipina menemukan jenasahnya yang sudah menjadi mummi oleh pengeringan alam beserta sebuah kapal pesiar berwarna putih rusak dengan tiang kapal yang patah berada di bibir patai propinsi Surigao Del Sur, Filipina. Saat masuk ke dalam kabin kapal itulah mereka menemukan jenasah Manfred yang sudah mengering.

Jenasah Manfred masih berada dalam posisi duduk disamping sebuah telepon nirkabel, tampaknya ia sedang mencoba untuk membuat panggilan minta bantuan. Ahli menduga bahwa Manfred mungkin meninggal dalam seketika, sehingga masih berposisi seperti semula. Sedangkan angin laut yang kering dengan kandungan garam yang tinggi dan suhu yang panas telah menciptakan kondisi jenasah tidak membusuk.

Kapal pesiar yang bertuliskan SAYO itu memiliki panjang 40 kaki. Kapal jenis ini selama 20 tahun lalu sering digunakan oleh petualang untuk berlayar ke seluruh dunia. Sebagian kabin kapal sekarang sudah digenangi air laut. Di dalam kabin ditemukan sebuah album foto yang berisi foto-foto istri, keluarga dan sahabat. Selain itu pakaian dan kaleng bekas makanan berserakan dalam kabin.

Sampai sekarang kepolisian Filipina belum bisa memastikan penyebab dan waktu kematian Manfred. Tetapi ahli forensik mengatakan bahwa dari posisinya dapat dipastikan bahwa Manfred meninggal seketika, yang mungkin saja diakibatkan oleh sakit seperti serangan jantung dan sebagainya.

Seorang teman Manfred di Jerman memberitahu media mengatakan bahwa ia terakhir mengontak Manfred lewat Facebook saat ia berulang tahun pada tahun lalu.

Kedutaan Jerman di Manila sedang bekerjasama dengan pihak kepolisian Filipina untuk menghubungi keluarga Manfred. Sebelum ini, Manfred telah bersama istrinya Claudia mengadakan tur keliling dunia. Tetapi pada 2008 mereka berpisah dan 2 tahun kemudian Claudia meninggal dunia di usia 53 tahun karena kanker.

Tampaknya Manfred masih merasa kehilangan setelah Claudia meninggal. Pihak berwenang juga menemukan dalam kabin kapal itu secarik kertas bertulisan tangan Manfred tentang kenangannya bersama Claudia.

“Selama lebih dari 30 tahun kita selalu berjalan bersama-sama. Namun penyakit telah merenggut kehendak Anda untuk bertahan hidup. Kini Anda sudah tiada dan saya hanya bisa berharap agar jiwa Anda memperoleh ketentraman di Sana. Manfred Anda.”

Menurut laporan media Jerman bahwa Manfred yang tinggal di Ruhr sebuah daerah metropolitan yang terletak di bagian barat Jerman, tidak suka dengan musim dingin Jerman, sehingga acap kali ‘mengungsi’ ke wilayah tropis untuk mencari kehangatan. (sinatra/rmat)