JAKARTA – Gerhana Matahari Total 2016 akan melewati wilayah Indonesia pada 9 Maret 2016 mendatang. Gerhana Matahari Total ini menurut Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin akan kembali bisa dilihat di wilayah Indonesia sekitar 350 tahun mendatang. Oleh karena itu kejadian ini terbilang langka walaupun sebelumnya Indonesia pernah terjadi gerhana matahari pada 1983 dan 1988.

Beberapa waktu lalu, Thomas Djamaluddin menuturkan, gerhana matahari total yang bisa dilihat di wilayah Indonesia memang sangat langka. Oleh karena itu, dia memastikan kejadian langka ini tentunya menjadi perhatian tersendiri bagi pemburu gerhana matahari total dari seluruh negara di dunia.

Thomas menjelaskan, peristiwa gerhana matahari adalah merupakan kejadian di mana bulan melintas di antara bumi dan matahari. Akibatnya,  posisi matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus. Hingga kemudian peristiwa ini menyebabkan cahaya matahari yang memancar ke bumi terhalang oleh bulan.

Meningat kembali daerah yang akan dilalui saat GMT 2016, gerhana akan terlihat di Palembang (Sumatera Selatan), Bangka Belitung, Sampit dan Palangkaraya (Kalimantan Tengah), Balikpapan (Kalimantan Timur), Palu, Poso, Luwuk (Sulawesi Tengah), Ternate dan Halmahera (Maluku Utara), Sulawesi Barat, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Barat.

Bukan berarti provinsi lainnya tak melihat kejadian gerhana matahari, warga lainnya hanya bisa melihat keadaan gerhana matahari setengah. Kota-kota yang hanya melihat GMS adalah Kota Padang (Sumatera Barat), Jakarta, Bandung, Surabaya, Pontianak, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Kupang, Manado, dan Ambon.

Sedangkan lamanya GMT antara 1,5 hingga tiga menit akan ketika bergerak semakin ke timur maka akan semakin lama waktunya. Waktu GMT di wilayah Indonesia bagian barat pada pukul 06.20, di wilayah tengah sekitar pukul 07.25 WITA dan di wilayah timur sekitar pukul 08.36 WIT. (asr)

Share

Video Popular