Pertama Kalinya, Mobil Otomatis Google Tabrak Bus Saat uji Coba

685
Mobil Google

Mobil tanpa sopir yang dikembangkan Google menabrak bus saat uji coba di jalan. Kecelakaan yang terjadi di Silicon Valley, California. Tidak ada yang terluka dalam insiden itu. Ini mungkin adalah kecelakaan lalu lintas pertama sejak Google mengembangkan self-driving car.

Kecelakaan terjadi pada14 Februari lalu, ketika itu, mobil otomatis yang dipenuhi dengan alat sensor dan kamera itu sedang uji coba melaju di jalan raya dekat kantor pusat Google, Mountain View, California, Amerika Serikat. Kecepatan mobil Google saat itu sekitar 3 km/jam, namun, melewati batas garis jalurnya dan menabrak bus yang sedang melaju dengan kecepatan 24 km/jam.

Saat insiden, di dalam mobil Google ada seorang teknisi duduk di kursi pengemudi, teknisi itu mengira bus itu akan memperlambat lajunya dan memberi jalan, karena itu, ia tidak mengubah arah kemudi secara manual, sehingga benturan pun tak terhindarkan 3 detik kemudian. Akibat benturan itu, spakbor kiri depan, roda dan sebuah sensor mobil otomatis itu rusak. Sementara 15 penumpang bus meminta turun dan melanjutkan perjalanan dengan bus lain.

Melansir laman BBC, pasca insiden, Google menyatakan : “Kami jelas akan bertanggung jawab, insiden itu tidak akan terjadi seandainya mobil kami tidak melewati batas garis jalan.” “teknisi kami yakin bus akan memperlambat lajunya atau berhenti dan memberi ruang pada mobil kami untuk lewat dengan aman.”

Mobil otomatis yang dikembangkan Google telah melakukan perjalanan di banyak negara bagian AS, dan jarak tempuhnya juga sudah lebih dari satu juta mil. Sejauh ini, mobil tanpa supir Google telah mengalami total 17 insiden ringan yang sebagian besar disebabkan oleh supir lain sejak enam tahun terakhir, namun, tidak ada korban luka dalam kecelakaan terkait. Sementara kali ini diyakini memang mobil otomatis Google yang menyebabkan kecelakaan untuk pertama kalinya.

Selama ini, Google selalu merilis laporan bulanan, mengumumkan kemajuan tentang uji coba teknologi self-driving. Sementara itu, laporan bulan Februari telah dirilis pada Selasa (1/3/2016). Departemen Kendaraan Bermotor California telah merilis laporan kecelakaan tersebut.

Laporan itu menyebutkan, Kejadian bermula saat mobil merek Lexus RX450h dengan setir otomatis itu melintasi kantung pasir sehingga membuat gerakan mobil otomatis itu menjadi lebih rumit. Kami terus melakukan pengembangan dan uji coba mobil otomatis agar bisa mengikuti ujian Standar Keselamatan Motor Amerika Serikat, pungkas Google.

Laporan terkait mengatakan, jika Departemen Kendaraan Bermotor California menganggap bahwa mobil otomatis adalah penyebab kecelakaan lalu lintas, maka ini akan menjadi pukulan telak bagi rencana ambisius mobil otomatis besutan Google.

Beberapa waktu lalu, badan keamanan lalu lintas Amerika Serikat mengatakan kepada Google, bahwa secara hukum, badan terkait telah memberikan perlakuan yang setara kepada mobil otomatis dengan pengemudi, dan ini adalah terobosan besar. Keputusan ini akan membuka jalan bagi pengembangan mobil tanpa supir. Sebagai informasi, mobil Google yang bisa menyetir sendiri saat ini belum mendapat standar kelayakan dari badan keamanan lalu lintas Amerika Serikat. (Epochtimes/Jhon/asr)