Oleh: Fang Xiao

Menurut buku yang diterbitkan di luar negeri berjudul “Tang Can Ungkap Macan Besar,” Tang Can yang merupakan “wanita simpanan bersama” para pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok/ PKT pernah pergi ke Korea Selatan untuk melakukan bedah plastik dan diincar oleh Badan Intelijensi Korsel, kemudian Tang dijebak. Pihak intelijen Korsel memberikan seuntai kalung berlian yang telah dipasangkan alat penyadap kepada Tang Can, akibat ulah Tang Can itulah rahasia PKT terungkap.

Tang Can Termakan Jebakan Intelijensi Korsel

Pada 2007, adalah tahun ke-12 Tang Can berkiprah. Waktu itu, Tang Can, diam-diam pergi ke Korsel untuk melakukan dua kali bedah plastik. Berita menyebutkan aktivitas rahasia ini diincar oleh Badan Intelijensi Korsel yang memasang perangkap untuk menjebak Tang Can.

Menurut penuturan, anggota intelijensi Korsel telah lama mengawasi Tang Can dan diketahui adanya hubungan pribadi antara Tang dengan pejabat tinggi pusat RRT, juga telah mengetahui beberapa tahun terakhir Tang Can menjual diri untuk mengangkat popularitasnya.

Mengetahui Tang Can akan datang ke Korsel untuk bedah plastik, Badan Intelijensi Korsel mulai memasang perangkap. Seorang anggota intel Korsel diatur agar beberapa kali “bertemu tanpa sengaja” dengan Tang Can, keduanya kemudian terlibat hubungan asmara, yang kemudian membuat Tang Can terjebak.

Kalung Berlian Tang Can Ungkap Rahasia Petinggi PKT

Anggota intel Korsel ini membawakan seuntai kalung berlian untuk dihadiahkan pada Tang Can.

Di dalam buku dikatakan, di dalam kalung berlian itu tersembunyi mekanisme rahasia yang didesain khusus oleh Badan Intelijensi Korsel. Berlian itu sebenarnya adalah “telinga elektronik” dengan tingkat sensitivitas tinggi, ditempatkan di dalam batu berlian sehingga tidak mudah dilacak. Tingkat sensitivitas “telinga” ini mencapai 10 meter. Kemana pun Tang Can pergi, Badan Intelijensi Korsel bisa mendengarkan suara di sekitarnya.

Saat itu Tang Can telah bergabung di dalam Kelompok Seni Kamerad Zona Militer Beijing, dia kerap berbicara secara pribadi dengan para pejabat tinggi militer PKT dan pejabat pusat, banyak hal pribadi dan rahasia para pejabat dibicarakan di hadapannya. Lewat alat penyadap di dalam kalung ini, intelijensi Korsel berhasil mendapatkan rahasia petinggi PKT.

Menurut informasi, pihak Korsel telah menghabiskan banyak waktu menyadap untuk mendapatkan informasi ini, salah satunya yang sangat bernilai dan sedikit pun tidak lebih buruk daripada data yang dibocorkan oleh Wang Lijun kepada pihak Amerika Serikat, adalah menyangkut konflik personalia di pusat PKT dan di militer, juga kondisi kesehatan pejabat tinggi PKT.

Hubungan Dekat Tang Can dan Xu Caihou

Berita sebelumnya menyebutkan, Tang Can yang berlatar belakang artis penyanyi itu disebut-sebut sebagai “wanita simpanan bersama” para pejabat tinggi PKT, dan memiliki hubungan cukup dekat dengan mantan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat PKT almarhum Xu Caihou.

Media memberitakan, pada 13 September 2010, Tang Can yang kala itu berusia 35 tahun dipanggil untuk bergabung dalam kesatuan, menjadi anggota dalam “Kelompok Seni Kamerad” di zona militer Beijing, dengan menyandang pangkat kolonel dan menikmati perlakuan layaknya wakil divisi. Menurut narasumber, ini adalah berkat rekomendasi dari Xu Caihou.

Dalam buku berjudul “Tang Can, Wanita Simpanan Bersama Baru” yang ditulis oleh Jiang Xue, pada pertengahan Desember 2010, Departemen Politik Umum PKT mengutus para staf dalam Kelompok Seni Kamerad di dalam kesatuan militer ke Pusat Komando Armada Laut Selatan di Zhanjiang untuk menghibur perwira dan serdadu disana. Dalam kunjungan tersebut mantan Wakil Ketua Komisi Militer Xu Caihou memimpin sendiri rombongan, dan secara khusus mengajukan nama Tang Can agar mengikuti rombongan ke selatan.

Menurut informasi selama 10 hari pertunjukan disana, Tang Can dan Xu Caihou sempat berkali-kali melakukan pertemuan pribadi. Kemudian, di zona militer Beijing mulai beredar berbagai rumor, yang mengatakan Tang Can ada hubungan istimewa dengan Xu Caihou.

Tang Can Menghilang Beberapa Tahun, Dikabarkan Dipenjara di Hubei

Akhir 2011 lalu, situs internet RRT mengabarkan keterlibatan Tang Can dalam kasus korupsi dan suap seksual sehingga dibawa pergi oleh Komisi Disiplin Pusat untuk diinterogasi. Sejak saat itu hingga sekarang, sama sekali tidak ada kabar berita mengenai keberadaan Tang Can. Setelah itu, berbagai berita negatif mengenai dirinya pun terus bermunculan.

Pada 26 Januari 2015, wakil redaktur majalah “Finance (cai jing /財經)” Luo Changping menulis di blog, pada awal 2014, Tang Can diadili di Hubei, kemudian menjalani masa tahanan di penjara wanita. Memasuki musim panas, diam-diam Tang Can dibawa ke Beijing untuk diperiksa kembali terkait berbagai kasus korupsi macan-macan besar di tubuh militer.

30 Juni 2014, Xu Caihou dipecat dari keanggotaan PKT. Di hari yang sama, wartawan mengungkap kabar berita bahwa Tang Can dikurung di penjara yang sama dengan Xu Caihou di kota Xianning, Hubei.

Sebelumnya ada berita menyebutkan, Tang Can terlibat skandal dengan banyak pejabat tinggi PKT, termasuk Bo Xilai, Zhou Yongkang, mantan wakil Menteri Keamanan Publik Li Dongsheng. Tang Can juga dikabarkan terlibat skandal dengan mantan Kepala Divisi Logistik Pusat PKT Gu Junshan, dan juga dengan mantan wakil kepala Komisi Militer Xu Caihou, sehingga mendapat julukan sebagai “wanita penghibur militer” dan “wanita simpanan bersama.”

Surat kabar “Epoch Times” sebelumnya pernah memberitakan keterlibatan Tang Can dengan tokoh inti dalam percobaan kudeta yakni Zhou Yongkang dan Bo Xilai. Dengan menjual diri, Tang Can bekerja bagi kedua pejabat tersebut untuk mengumpulkan berbagai informasi di tingkat tinggi serta menerobos birokrasi. (sud/whs/rmat)

Share

Video Popular