Ilmuwan Australia menemukan adanya tiga virus menginfeksi ganggang dari terumbu karang dapat memperburuk pemutihan karang.

Karang yang sehat bergantung pada hubungan simbiosis dengan alga fotosintesis yang dikenal sebagai Symbiodinium. Organisme bersel tunggal ini hidup di jaringan karang dan menyediakan bagi karang sampai dengan 90% dari nutrisi mereka.

Tapi dalam kondisi tertekan, seperti suhu air meningkat, hubungan ini rusak. Ganggang dapat berhenti melakukan fotosintesis atau karang-karang yang lain dapat mengusirnya ke laut. Hal ini menyebabkan pemutihan, yang dapat berakibat fatal bagi karang tersebut.

Peneliti dari Australian Institute of Marine Science (AIMS) telah menemukan tiga virus berbeda menyerang sel Symbiodinium, sel yang dibudidayakan dalam laboratorium yang dikumpulkan dari sepanjang Great Barrier Reef di Queensland utara sebagai sampel.

“Dalam budidaya yang kita miliki … infeksi virus ini berlangsung terus-menerus. Sepertinya Symbiodinium benar-benar diserang, cukup berat, dari tiga jenis virus tersebut,” kata Dr Karen Weynberg, seorang ahli biologi laut dari AIMS yang memimpin penelitian.

Weynberg, yang telah memotret dan mengurutkan genom virus, mengatakan bahwa ada “kemungkinan kuat” virus tersebut memiliki efek merugikan pada kemampuan alga untuk berfotosintesis dan, sebagai hasilnya, dapat memberikan kontribusi terhadap pemutihan karang.

Temuannya memberikan wawasan baru mengenai dampak virus yang sampai saat ini belum jelas terhadap kesehatan terumbu karang, dan mungkin memiliki implikasi bagi para ilmuwan yang menggunakan budidaya ganggang untuk mempelajari karang.

Dia akan mempresentasikan hasilnya minggu ini di “2016 Ocean Sciences Meeting in New Orleans”.

Penemuan virus

Virus yang melimpah di lautan. Diperkirakan dapat mencapai sampai 10 miliar virus yang berbeda dalam satu sendok teh air laut.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa mengekspos perkembangan Symbiodinium dalam kondisi yang tertekan, baik dalam bentuk sinar ultraviolet atau suhu tinggi, dapat menyebabkan “virus laten” muncul.

“Saya awalnya hanya ingin mengulang eksperimen mereka. Tapi kenyataannya apa yang saya temukan adalah bahwa, terlepas dari mengekspos Symbiodinium dalam budaya terhadap tekanan-tekanan, dan yang terjadi secara terus-menerus tersebut, infeksi lazim ini terjadi … Virus yang aktif bereplikasi,” kata Weynberg.

Dari tiga virus yang berbeda, Weynberg mengatakan dia sangat tertarik dengan virus filamen berbentuk destruktif, yang bereplikasi di dalam inti sel, yang tidak pernah ia temui sebelumnya.

“Virus-virus filamen tersebut mulai mengambil alih seluruh sel. Pada akhirnya Anda tidak melihat kloroplas, Anda tidak melihat mitokondria apa pun. Akhirnya semua komponen sel terlihat terdegradasi, dan tentu saja ajal itu untuk sel tertentu, “ ungkap Weynberg.

Apakah virus ada di alam liar?

Menurut Dr. Weynberg, virus-virus yang ada di karang-karang tidak dapat menginfeksi ganggang seagresif di alam liar.

Alga yang tumbuh dalam kondisi tertekan karena belum memiliki kesempatan untuk membentuk hubungan simbiosis dengan karang, dimana ikatan tersebut bisa menjaganya dari serangan virus di teluk.

Dia mengatakan langkah berikutnya adalah untuk mengambil dan menganalisis sel Symbiodinium yang secara tiba-tiba diambil segera setelah pemutihan untuk melihat apakah salah satu virus yang sama dapat diidentifikasi.

“Ini benar-benar sebuah pengungkapan pengamatan yang sangat penting. Virus ini mungkin selalu ada dan kami tidak pernah mendeteksinya,” ujar Dr Rebecca Vega Thurber, seorang ahli penyakit kelautan dari Oregon State University, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Pada tahun 2011, Vega Thurber secara kebetulan di Great Barrier Reef selama peristiwa pemutihan massal. Dia mengumpulkan sampel karang dan virus ditemukan dua sampai empat kali lebih banyak daripada yang sebelumnya didokumentasikan.

“Ini adalah pertama kalinya bahwa wabah virus telah dikaitkan dengan peristiwa pemutihan di alam liar,” katanya kepada BBC.

Manfaat terumbu karang

Terumbu karang memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Terumbu karang bukan sekedar menjadi tempat hidup dan berkembang biota laut belaka. Namun terumbu karang mempunyai fungsi dan peran yang tidak bisa diremehkan bagi lingkungan secara keseluruhan (baik di laut, pesisir, maupun darat), dan bagi kehidupan manusia.

Secara garis besar, fungsi dan manfaat terumbu karang bagi lingkungan dan manusia dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok, yakni manfaat secara ekologi, ekonomi, dan sosial. Manfaat secara ekologi mengandung arti sebagai peran terumbu karang dalam hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya.

Manfaat terumbu karang secara ekologi

Ekologi dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. Sehingga manfaat terumbu karang secara ekologi berarti peran dan fungsi terumbu karang bagi lingkungan (alam sekitar) maupun bagi biota laut lainnya. Lingkungan dapat berupa habitat di sekitar terumbu karang berada maupun secara global, termasuk daerah pesisir dan daratan.

Secara ekologi, terumbu karang memiliki manfaat antara lain :

  1. Penunjang kehidupan

Sebagai sebuah ekosistem, secara langsung terumbu karang menjadi penunjang kehidupan berbagai jenis makhluk hidup yang ada di sekitarnya. Terumbu karang menyediakan tempat tinggal, mencari makan, dan berkembang biak bagi berbagai biota laut. Rusaknya terumbu karang akan berpengaruh langsung bagi kelangsungan hidup dan kelestarian berbagai hewan dan tumbuhan di laut.

2. Sumber keanekaragaman hayati yang tinggi

Terumbu karang menjadi ekosistem dengan biodiversitas (keanekaragaman hayati) yang tertinggi dibanding ekosistem laut lainnya. Dengan tingkat biodiversitas yang tinggi maka terumbu karang menjadi sumber keanekaragaman genetik dan spesies. Keanekaragaman genetik menjadikan ditemukannya keberagaman variasi makhluk hidup yang memiliki ketahanan hidup yang lebih tinggi. Sedang keanekaragaman spesies berarti akan semakin banyak jenis biota yang dapat dimanfaatkan.

3. Pelindung pantai dan pesisir

Terumbu karang, padang lamun, dan hutan bakau merupakan ekosistem yang saling terkait dalam melindungi pantai dan daerah pesisir. Terumbu karang mampu memperkecil energi ombak yang menuju ke daratan. Energi ini kemudian diperkecil lagi dengan adanya padang lamun dan hutan bakau (mangrove). Sehingga ombak tidak merusak pantai atau menyebabkan abrasi pantai. Dan ekosistem di pantai pun dapat terlindungi.

4. Mengurangi pemanasan global

Gas CO2, selain diserap oleh hutan, juga diserap oleh air laut. Malalui reaksi kimia dan batuan karang, CO2 akan diubah menjadi zat kapur yang bahan baku terumbu. Dalam proses yang disebut sebagai kalsifikasi ini, karang dibantu oleh zooxanthellae, tumbuhan bersel satu yang hidup di dalam jaringan tubuh karang.

Manfaat terumbu karang secara ekonomi

Terumbu karang, secara langsung maupun tidak langsung, menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat.

Manfaat terumbu karang secara ekonomi tersebut antara lain :

1. Sumber makanan

Terumbu karang menjadi tempat hidup dan berkembang biak berbagai biota laut. Tidak sedikit diantara biota tersebut yang kemudian dimanfaatkan sebagai sumber makanan oleh manusia. Seperti rumput laut yang dijadikan agar-agar, berbagai jenis ikan, udang, kepiting, dan teripang.

2. Sumber bahan dasar untuk obat dan kosmetik

Berbagai jenis alga dimanfaatkan dalam pembuatan kosmetik dan bahan pembungkus kapsul. Berbagai hewan laut pun diketahui memiliki senyawa kimia yang berguna sebagai bahan antibiotika, anti radang, dan anti kanker. Selain itu, diyakini, masih banyak lagi berbagai jenis biota laut yang belum tergali potensinya.

3. Sebagai objek wisata

Keindahan ekosistem terumbu karang membuat takjub wisatawan. Berbagai kawasan terumbu karang dijadikan Taman Laut, lokasi snorkeling dan menyelam, dan wisata laut lainnya.

4. Sumber mata pencaharian

Keberadaan terumbu karang menunjang perekonomian masyarakat sekitar. Masyarakat memiliki mata pencaharian baik sebagai nelayan, petani rumput laut, dan sebagainya. Pengembangan terumbu karang ,menjadi objek wisata pun mampu menciptakan berbagai lapangan pekerjaan bagi masyarakat mulai dari pemandu wisata, penginapan, penyewaan kapal, warung makan dan cinderamata, serta profesi-profesi lainnya.

Sumber bibit budidaya

Berbagai jenis ikan, teripang, dan rumput laut yang hidup di terumbu karang dapat dimanfaatkan sebagai bibit untuk budidaya.

Manfaat terumbu karang secara sosial

Secara sosial terumbu karang memiliki manfaat yang antara lain :

  1. Penunjang kegiatan pendidikan dan penelitian

Terumbu karang bermanfaat dalam kegiatan pendidikan terutama untuk mengenal ekosistem pesisir, mengenal tumbuhan dan hewan laut, dan pendidikan cinta alam. Selain itu terumbu karang berperan juga sebagai sarana penelitian.

2. Sarana rekreasi masyarakat

Terumbu karang dengan keindahannya dapat dijadikan sarana rekreasi oleh masyarakat.

Itulah berbagai peran dan manfaat terumbu karang baik bagi ekologi, ekonomi, maupun sosial. Mengingat besarnya manfaat yang dapat dirasakan oleh manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung, maka perlu dijaga dan dilestarikan. Pun bagi terumbu karang yang rusak, seperti adanya pemutihan terumbu karang, perlu dilakukan upaya-upaya rehabilitasi. Sehingga berbagai manfaat terumbu karang tersebut akan tetap dapat dirasakan oleh manusia, saat ini dan pada masa yang akan datang. (Ran)

Share

Video Popular