Pemerintah Korea Selatan memutuskan menggolongkan game sebagai barang pemicu ketagihan seperti narkoba atau alkohol, dan menganggapnya sebagai penyakit yang harus ditangani. Ini adalah kali pertamanya Pemerintah Korea Selatan menggolongkan game dengan alkohol, ketergantungan obat, internet, dan judi sebagai 5 kategori barang pemicu ketagihan.

Harian Korea Selatan JoongAng Ilbo seperti dikutip CNA menuturkan, seiring dengan digolongkannya permainan game sebagai barang pemicu ketagihan, Pemerintah Korea Selatan memutuskan akan menganalisis dan menetapkan langkah-langkah yang rasional tahun ini terkait bahaya dan risiko lainnya dari permainan game.

Selain itu, pada pertengahan tahun depan, sekolah-sekolah dasar dan menengah di Korea Selatan akan melaksanakan skrining awal kecanduan smartphone dan game online, bagi kelompok yang berisiko tinggi, akan dikelola bersama dengan pusat pengobatan dan penanganan terkait kecanduan.

Selain itu juga akan menyebarluaskan alat skrining di perguruan tinggi dan tempat kerja. Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan memutuskan untuk membangun dan mempromosikan program pengobatan terkait kecanduan terhadap games digital, membentuk perawatan baru di lima rumah sakit jiwa nasional. Dalam rangka membantu pelayanan rawat jalan bagi pecandu, pemerintah setempat akan menetapkan rumah sakit jiwa atau klinik sebagai badan khusus pengobatan terkait kecanduan pada 2018 mendatang.

Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Korsel memperkirakan, ada sekitar 680 ribu orang yang kecanduan game dan internet, karena kecanduan internet akan menghabiskan 5.4 triliun Won (sekitar Rp. 67.5 triliun) dari biaya sosial dan ekonomi setiap tahunnya.

“Saya tidak setuju menggolongkan game itu sebagai pemicu ketagihan atau kode suatu jenis penyakit. Dan saya akan protes, jika Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan atau Departemen Urusan Keluarga Dan Layanan Masyarakat Korea Selatan menggalakkan kebijakan ini,” kata Choe Seonghui, Ketua industri informasi game dari Departemen Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan.

Sementara itu, Korea Internet & Digital Entertainment Association mengatakan, belum ada di dunia yang menggolongkan kecanduan game itu sebagai penyakit. Masalah kecanduan game lebih baik diselesaikan secara internal oleh masing-masing keluarga.(Epochtimes/Jhn/Yant)

Share

Video Popular