Laporan yang dirilis The Journal of the American Medical Association (JAMA) pada Rabu, 2 Maret 2016 menyebutkan, aplikasi di smartphone untuk mengukur tekanan darah yakni Instant Blood Pressure sangat tidak akurat. Studi ini menemukan bahwa tingkat kesalahan pengukuran tekanan darah dari aplikasi tersebut hampir 80%.

Instant Blood Pressure tidak memerlukan perangkat keras apapun, cukup tekan smartphoe anda di dada, kemudian tekan lensa kamera ponsel dengan jari tangan kanan. Studi dilakukan kepada 85 orang pengidap hipertensi.

Tekanan darah masing-masing penderita diukur 4 kali sehari, 2 kali menggunakan Sphygmomanometer, dan dua kali dengan ponsel. Hasilnya ditemukan, tekanan darah penderita yang diukur dengan Sphygmomanometer diyakini mengidap hipertensi, kemudian setelah diukur kembali dengan aplikasi pengukur tekanan darah di smartphone, menunjukkan 78% penderita tekanan darah mereka justru normal.

Penjualan aplikasi berbayar ini telah kini dihentikan, namun, aplikasi ini telah terjual sebanyak 148.000 App sejak tahun 2014 – 2015. Studi yang dilakukan oleh Dr Timothy Plante dari Johns Hopkins University, Baltimore ini khawatir para pembeli akan terus menggunakan aplikasi ini. Jika mereka menggunakan aplikasi  pengukuran tekanan darah instant yang keliru ini di rumah, mereka berisiko mengalami komplikasi serius seperti sakit jantung, ginjal atau stroke, pungkas Plante.

Menurut penuturan Plante, bahwa beberapa aplikasi kesehatan memang dapat membantu orang-orang mendapatkan kehidupan yang lebih sehat, ada juga yang menjerumuskan penderita ke dalam bahaya, namun, hal ini sangat sulit diidentifikasi meksi oleh seorang profesor kedokteran sekalipun.

Sementara itu, Dr Beverly Green dari Group Health Researcg Institute, Seattle, mengatakan tekanan darah sulit diukur dengan aplikasi tanpa bantuan manset yang mencengkeram lengan atas. Manset berguna untuk memberikan tekanan pada pembuluh darah arteri dan menghasilkan pengukuran yang tepat.

“Fungsi manset adalah menekan pembuluh darah arteri sehingga tekanan darah yang digunakan jantung untuk memompa darah dan tekanan selama jantung beristirahat dapat diukur dengan baik,” katanya menjelaskan.

“Instant blood pressure tidak bisa mengukur tekanan darah lebih dari 158 mmHg untuk tekanan sistolik dan 99 mmHf untuk tekanan diastolik. Aplikasi ini dibuat untuk mengetahui tekanan darah ketika beristirahat dan bukan sebagai alat diagnosis,” ungkapnya. (Epochtimes/Jhon/asr)

Share

Video Popular