Oleh : Zhang Ruowei (Kepala klinik Kedokteran Tiongkok)

Mereka yang datang ke klinik infertilitas akan melihat, bahwa pada saat diagnosis awal saya selalu memperhatikan perihal “pekerjaan rumah” (aktivitas seksual-red) setiap pasutri. Dalam beberapa tahun ini, perlahan-lahan saya merasakan satu hal, yaitu banyak pasutri sekarang tidak bisa melakukan pekerjaan rumah dengan benar!

Kebanyakan dari mereka mengira bahwa melakukan pekerjaan rumah di masa ovulasi/masa subur atau masa pembuahan pasti akan hamil. Namun, setelah beberapa bulan, masih saja tidak ada kabar yang diharapkan, dan setelah mengetahui perihal terkait baru diketahui : “ternyata sebagian besar usaha itu sia-sia, pasutri salah memilih waktu yang tepat!” mengapa bisa begitu ?

Perkiraan hari harus fleksibel

Ternyata banyak pasutri yang mengira kalau masa ovulasi itu adalah “hari ke-14” pasca menstruasi, jadi, selama pada hari-hari itu berhubungan suami istri adalah waktu yang baik untuk pembuahan. Sayangnya, “ovulasi hari ke-14” itu hanya berlaku untuk para perempuan dengan siklus menstruasi 28 hari. Namun, ini sama sekali tidak berlaku jika siklus menstruasi itu lebih singkat (misalnya 21 hari) atau lebih lama (35 hari). Adapun masa ovulasi yang jauh lebih tepat itu seharusnya 14 hari hitungan mundur pada akhir periode suhu puncak. Secara prinsipal, kaum perempuan dengan siklus haid 21 hari itu masa ovulasinya itu kurang lebih jatuh pada hari ke 9 ; sedangkan siklus menstruasi 35 hari itu masa ovulasinya jatuh pada hari ke-21 sebelum menstruasi bulan berikutnya.

Tapi keadaan ini juga tidak bisa dipastikan karena perubahan siklus menstruasi wanita, sehingga perhitungan waktu yang tepat juga mudah terlewatkan. Hal ini ibarat pasar saham yang selalu berubah tidak menentu.

Amati kelainan dan manfaatkan peluang

Terkait masa ovulasi, apakah memang tidak bisa kita kontrol ? Jangan khawatir! Sebenarnya mekanisme tubuh manusia itu sangat unik ; kaum wanita akan menunjukkan suatu pesona alami pada saat ovulasi.

Kehamilan memang tergantung pada berbagai faktor yang kadang sulit diprediksi. Namun ada cara-cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan peluang hamil.

Peluang hamil akan lebih terbuka jika Anda dan pasangan berhubungan badan tanpa proteksi 3-4 kali seminggu dan setidaknya sekali di sekitar masa subur. Menggunakan pelumas saat berhubungan badan justru berisiko mengurangi tingkat kesuburan. Pertimbangkan untuk menggunakan minyak alami seperti minyak sayur, jagung, alpukat, kacang, zaitun.

Asam folat penting untuk perkembangan janin. Anda disarankan untuk mengonsumsi tablet asam folat dalam masa perencanaan kehamilan dan berlanjut setidaknya selama tiga bulan awal kehamilan. Selain dalam bentuk suplemen, asam folat secara alami banyak terkandung dalam sayuran seperti brokoli, kacang hijau, bayam, kentang, dan sereal. Asam folat yang cukup diperlukan untuk kesehatan janin. Para wanita disarankan untuk meminum 400 mikrogram asam folat per hari. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular