Oleh: Zhou Ren

Ketika semua kalangan sedang memperhatikan Festival Internasional Film layar lebar di Berlin pada akhir Februari lalu, fokus sebuah televisi publik berbahasa Jerman ditujukan pada peristiwa menggemparkan yang sedang dan masih terjadi di Tiongkok. Pada 18 Februari malam, saluran televisi 3SAT berbahasa Jerman yang dimiliki patungan oleh Jerman, Austria dan Swiss, pada jam tayang prime time pukul 20:00 menyiarkan film dokumenter peraih penghargaan “Perampasan Organ Secara Hidup.” Setelah itu langsung dilanjutkan dengan talk show, penyiar TV terkenal Jerman mengundang para pakar untuk membahas penyebab terjadinya perampasan organ secara hidup, perdagangan organ tubuh dalam skala dunia, pariwisata transplantasi dan peran PKT (Partai Komunis Tiongkok) di dalamnya.

Li Yunxiang sutradara etnik Tionghoa dari Kanada yang menyutradarai film dokumenter “Perampasan Organ Secara Hidup (Huo Zhai 活摘, titel dalam bahasa Inggris: Human Harvest atau Davids and Goliath),” pada Mei 2015 mendapatkan penghargaan Achievement Award Budaya televisi ABC ke 74 yakni Peabody Awards. Penghargaan tersebut setara dengan penghargaan Oscar di bidang film dokumenter. Televisi 3SAT memproduksi film itu dalam versi bahasa Jerman, panjang film hampir 45 menit, judul film: “Ausgeschlachtet – Organe auf Bestellung (Dibantai, demi Organ sesuai pesanan).

Perampasan Organ Secara Hidup” versi bahasa Jerman mengungkap latar belakang yang mengejutkan

Awal film menceritakan permasalahan dan solusi dari 3 pasien dari Taiwan beserta keluarga, sekarat, dan sangat membutuhkan transplantasi organ. Mereka pergi ke daratan Tiongkok untuk mencari sumber organ, dengan senang hati mendapat khabar bahwa dalam waktu dekat sudah bisa dilakukan transplantasi organ. Dari sini timbul pertanyaan, mengapa untuk mendapatkan pencocokan organ di luar RRT membutuhkan waktu bertahun-tahun hanya untuk menunggu, sedangkan di daratan Tiongkok bahkan tidak lebih dari satu minggu sudah bisa dilakukan transplantasi?

Di RRT setiap tahun dihukum mati sekitar 2000 orang narapidana, namun sedikitnya telah dilakukan 10.000 kali transplantasi organ, selisih sumber organ yang begitu besar dan cepat berasal dari manakah?

Film ini menyelidiki dengan cara menelusuri, melalui wawancara dengan ahli medis internasional dan hak asasi manusia, pasien transplantasi dan keluarga mereka, serta keluarga dokter Tiongkok yang terlibat dalam transplantasi organ. Mengumpulkan kesaksian dan menganalisa data, adegan yang diungkapkan membuat publik Barat terbelalak bahwa sejak 1999 setelah Jiang Zemin memprakarsai penindasan bersifat pemunahan terhadap Falun Gong di Tiongkok, para praktisi Falun Gong menjadi sumber utama transplantasi organ. Aparatur negara PKT dan rumah sakit membentuk sistem yang lengkap, merampas secara hidup organ-organ tubuh para praktisi Falun Gong yang ditahan (jasadnya kemudian dikremasi untuk melenyapkan bukti), dijual kepada pasien untuk meraup keuntungan besar, ruang operasi telah menjadi tempat eksekusi untuk melakukan penjagalan.

Pada akhir film disebutkan, dimulai sejak 2015, PKT secara resmi melarang menggunakan organ dari tahanan terpidana mati, namun pengacara HAM Kanada David Matas sebagai ketua dari penyelidikan independen pengambilan organ secara hidup berpendapat bahwa hal tersebut semata-mata adalah janji secara lisan, karena jumlah kasus transplantasi organ tidak berkurang, sedangkan ketentuan hukum Tiongkok yang relevan juga tidak ada perubahan.

Presenter terkenal berwawancara tentang standar etika dari perampasan organ secara hidup dan transplantasi organ

Setelah “Pengambilan Organ Secara Hidup” versi bahasa Jerman selesai ditayangkan, dilanjutkan dengan acara talk show dengan ahli terkenal dalam acara “Scobel” pada pukul 9 malam di 3SAT. Topik yang didiskusikan adalah “Nilai-nilai kemanusiaan.” Acara wawancara langsung yang diberi nama marga dari presenter Great Scobel yang ditetapkan selama satu jam pada setiap Kamis malam ini, mengundang para ahli berwenang mendiskusikan secara mendalam topik-topik etika sosial serta aspek ilmiah dan budaya.

Scobel adalah seorang wartawan terkenal Jerman sekarang berusia 56 tahun. Ia sebagai pembawa acara dan filsuf, berturut-turut menjadi pembawa berbagai acara gabungan pada prime time di televisi nasional pertama dan kedua Jerman. Ia juga pernah memenangkan penghargaan tertinggi program acara televisi Jerman Grimme-Preis serta mendapat sebutan sebagai “Reporter program budaya terbaik”.

Dalam talk show malam itu Scobel telah mengundang tiga pakar untuk mendiskusikan masalah serius tersebut, termasuk Profesor Kedokteran Li Huige dari Universitas Mainz, Jerman, Profesor Johann Pratschke Direktur Rumah Sakit Pusat Transplantasi Universitas Humboldt, Berlin serta Profesor Urban Wiesing Direktur MSc Etika Kedokteran Universitas Tuebingen. Diantaranya Profesor Li juga sebagai Ahli Advisory Group DAFOH (Dokter Againts Force Organ Harvesting) sedunia.

Begitu acara dimulai Scobel sudah menyinggung bahwa bagian editing program baru-baru ini menghubungi komite Hadiah Perdamaian Nobel Norwegia, telah dikonfirmasikan bahwa DAFOH sudah mendapatkan pengajuan nama sebagai calon peraih Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini. Profesor Li berharap bahwa berita ini bisa menimbulkan perhatian publik yang lebih besar terhadap kasus Perampasan Organ Secara Hidup yang mengerikan ini. Sejak tahun 2006 berita pengambilan Organ para praktisi Falun Gong terungkap, 10 tahun telah berlalu, topik ini baru benar-benar menjadi Fokus Opini Publik.

Profesor Wiesing berpendapat, dipandang dari perspektif etika kedokteran, tindakan perampasan organ secara hidup itu adalah suatu hal yang tidak bisa ditoleransi, mutlak tidak boleh demi kelangsungan hidup seseorang lalu mengakhiri jiwa orang lain. Tindakan pidana seperti ini pernah terjadi dimasa Nazi Jerman.

Pada akhir acara tersebut, pembawa acara menanyakan apakah perampasan organ secara hidup dan penganiayaan terhadap Falun Gong di Tiongkok mempunyai harapan bisa segera dihentikan?

Profesor Li menyatakan sangat optimis, karena di dalam negeri Tiongkok telah bergerak arus gelombang gugatan kepada Jiang Zemin sebagai biang keladi penindasan terhadap Falun Gong. Di dunia internasional, Argentina dan Spanyol juga pernah mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional kepada Jiang Zemin, atas perbuatan Jiang Zemin dalam penindasan terhadap Falun Gong yang telah melanggar hukum genosida.

Banyak sekali pemirsa Jerman setelah menonton program acara TV ini, menjadi terkejut akan kejahatan pengambilan organ secara hidup yang sedang terjadi di Tiongkok. Mereka antara lain meninggalkan pesan di Facebook: “Benar-benar mengerikan!”, “Demi uang hal apapun bisa dilakukan!”, “Melampaui lingkup imajinasi manusia, taraf ketragisan melampaui kamp konsentrasi Nazi.” (lin/whs/rmat)

Share

Video Popular