Oleh Huang Kaixi

Dalam rangka memenuhi sanksi kepada Korea yang dikeluarkan Dewan Keamanan PBB pihak berwenang Filipina menghalau sebuah kapal kargo milik Korea Utara di Teluk Subic guna pemeriksaan, mencegah kapal kargo digunakan untuk mengangkut bahan-bahan kebutuhan senjata nuklir.

Komandan Penjaga Pantai Filipina, Raul Belesario pada Jumat (4/3/2016) mengatakan, akibat adanya sanksi yang diperluas, pihaknya sehari sebelumnya telah menghalau sebuah kapal kargo milik Korea Utara yang sedang berlayar di Teluk Subic guna pemeriksaan. Kapal tersebut berangkat dari pelabuhan Palembang, Sumatra menuju sebuah pelabuhan di Filipina.

5 orang anggota Penjaga Pantai bersama 2 ekor anjing pelacak bom melakukan pemeriksaan menyeluruh dalam kapal kargo itu.

“Meskipun tidak menemukan senjata atau bahan-bahan yang dilarang,” kata Raul Belesario.

Kapal tersebut sedang mengangkut ampas sisa perahan minyak sawit (bungkil) dari pelabuhan Palembang ke penerima jelasnya di Filipina guna diolah menjadi bahan campuran untuk makanan ternak.

Filipina menjadi negara pertama yang menghalau dan memeriksa kapal kargo milik Korut sebagai upaya untuk mematuji resolusi DK. PBB.

Perluasan sanksi kepada Korea Utara tersebut baru bisa diterapkan mulai 2 Maret 2016 setelah mendapat kesepakatan dari seluruh 5 negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB melalui negosiasi selama 7 pekan.

Isi perluasan sanksi tersebut meliputi antara lain: memeriksa semua kargo yang diangkut oleh alat transportasi milik Korea Utara. Termasuk kargo yang akan dikirim ke Korea Utara. Melarang negara menjual atau mengirim senjata kecil, ringan ke Pyongyang. Dan mendeportasi paksa diplomat Korea Utara yang melakukan kegiatan ilegal. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular