Artikel pertama  menceritakan tentang pembayaran dosa selama enam generasi akibat kelakuan buruk seorang kaisar. Kali ini akan menampilkan kisah berkah yang terus dilimpahkan kepada keturunannya selama 800 tahun akibat perbuatan baik yang dilakukan semasa hidupnya.

Berkah selama 800 tahun

Fan Zhongyan terlahir dari keluarga miskin, akan tetapi sejak kecil ia rajin belajar. Fan menjadi pejabat pemerintahan dan memiliki reputasi selalu bersikap baik dan perhatian terhadap orang lain.

Saat Fan menjabat sebagai kepala Wilayah Xinhua di Provinsi Jiangsu, suatu hari terjadi pasang air laut yang tidak biasa. Terdapat lebih dari 100 orang tewas yang menjadi korbannya.

Untuk mencegah tragedi semacam terulang lagi, Fan secara pribadi memimpin pembangunan bendungan seratus mil panjangnya. Karena bendungan tersebut berhasil menyelamatkan nyawa dan membantu petani juga, lantas orang menyebut bendungan itu sesuai dengan namanya sebagai ungkapan rasa terima kasih mereka.

Kadang-kadang, Fan menganggap perintah kekaisaran menjadi ekstrim atau tidak tepat sasaran sehingga ia menolak untuk mematuhinya, dengan demikian dia diturunkan jabatannya sebanyak empat kali.

Kemudian dia memimpin membela negara ketika kerajaan Xia Barat datang menginvasi. Usahanya berhasil dan perdamaian berhasil dipulihkan.

Seluruh bangsa berduka ketika Fan meninggal karena sakit, dan bahkan Xia Barat juga turut berduka atas kepergiannya.

Selalu menjadi dermawan, Fan suka membantu orang lain. Ketika ia meninggal, ia mewariskan sedikit uang untuk keluarganya. Namun, ia meninggalkan keturunannya warisan yang tak ternilai harganya. Standar moralitas yang tinggi dan kejujuran yang memberkati generasi berikut dalam keluarganya.

Seperti Fan, anaknya juga berhasil menjadi rektor, pejabat peringkat tertinggi dalam pemerintahan kekaisaran di Tiongkok kuno. Keturunannya menjadi terkenal selama lebih dari 800 tahun sampai awal abad ke-20. (Minghui/Ajg/Yant)

Tamat

Share

Video Popular