Perangkat wearable adalah yang dapat digunakan secara cepat dan sekarang para peneliti percaya bahwa graphene, dikenal sebagai material paling tipis, terkuat, dan bahan yang paling konduktif di dunia yang bisa membuka semua kemungkinan-kemungkinan baru.

Membayangkan sebuah kecanggihan masa depan, perangkat tanpa baterai yang secara pintar dapat mencetak daya secara langsung dari kulit kita, cukup fleksibel untuk disematkan ke dalam kain baju dan berkomunikasi secara nirkabel ke Internet.

Itulah penelitian yang sedang dilakukan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Zhirun Hu di Universitas Manchester untuk mengembangkan kemungkinan-kemungkinan tersebut.

Untuk saat ini, mereka telah menggunakan graphene untuk membuat antena halus dan jalur transmisi yang bekerja sebagai komponen komunikasi untuk gadget dan menggabungkan ponsel dengan konektivitas Wi-Fi. Dalam percobaan, mereka telah memasang antena-antena tersebut ke lengan manekin, dan diuji seberapa baik perangkat bisa berkomunikasi satu sama lain.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa graphene bekerja sebaik seperti material-material yang lebih mahal di pasaran.

Ketika dikombinasikan dengan material tipis lainnya, graphene bisa dibuat menjadi perangkat ultra tipis yang menempel pada kulit pasien untuk memonitor suhu, ketegangan otot dan tingkat kelembaban.

Sebagai contoh, sebuah RFID graphene ditempelkan di lengan pasien rumah sakit bisa mendeteksi suhu tubuh, detak jantung dan mengirim informasi secara nirkabel kepada staf medis rumah sakit.

Ketika tidak ditempelkan langsung ke kulit, wearable juga bisa dimasukkan ke dalam pakaian bagi orang seperti pasien usia lanjut yang dapat manfaat sebagai pemantau kesehatan jarak jauh untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

“Karya ini menunjukkan bahwa materi ilmiah revolusioner ini membawa perubahan yang nyata dalam kehidupan kita sehari-hari,” kata Dr Hu di dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situs web universitas, University of Manchester. (ran)

Share

Video Popular