Oleh: Lin Hong Hua

National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan Badan Antariksa Eropa (ESA) 3 pada Kamis, 3 Maret 2016 lalu, mengumumkan, bahwa para ilmuwan berhasil mengamati galaksi baru yang terbentuk 400 juta tahun lalu setelah Big Bang menggunakan Teleskop Ruang Angkasa Hubble (Hubble Space Telescope, HST). Galaksi yang jauhnya 13.4 miliar tahun cahaya dari Bumi ini merupakan galaksi paling jauh yang pernah ditemukan selama ini, dan memecahkan catatan galaksi terjauh sebelumnya.

Melansir laman “Astronomy Magazine”, galaksi yang berhasil diamati astronom dengan Hubble Wide Field Cam 3 (WFC3) ini bernama GN-z11. Jauhnya sekitar 13.4 miliar tahun cahaya dari Bumi. Sementara galaksi sebelumnya yang berhasil diamati adalah EGSY8p7 yang jauhnya sekitar 13.2 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Sebelumnya pada 2 tahun lalu, untuk pertama kalinya Teleskop Hubble berhasil mengamati galaksi GN-z11 di kejauhan angkasa, ketika itu astronom telah melihat suatu objek yang sangat jauh dengan jarak sekitar 13.2 miliar tahun cahaya dari Bumi. Namun, baru-baru ini tim peneliti mengonfirmasi penemuan baru dari GN-z11 ini kini berada pada pergeseran merah 11,1 atau hampir 200 juta tahun mendekati waktu Big Bang.

Meskipun citra GN-z11 yang diamati ilmuwan itu sangat lemah, namun, dikarenakan jaraknya sangat jauh, sehingga bisa diamati ilmuwan dari Bumi, galaksi ini tampak sangat terang. Temuan ini akan dipublikasikan “Astrophysical Journal” edisi minggu depan.

Sebelumnya para ilmuwan mengatakan bahwa galaksi ekstrim jauh seperti GN-z11 ini hanya bisa diamati dengan James Webb Space Telescope-JWST, namun, karena GN-z11 sangat terang, sehingga Teleskop Hubble juga mampu menangkap bayangannya. Diameter lensa utama James Webb Telescope adalah 6,5 meter, dan lensanya juga tiga kali lebih besar dari Hubble. Sementara dari sisi performanya juga sekitar 100 kali lebih kuat dari Hubble, diperkirakan akan diluncurkan pada 2018 mendatang.

Galaksi GN-z11 berukuran 25 kali lebih kecil dari Bima Sakti. Namun, tingkat terciptanya bintang baru jauh lebih cepat 20 kali dari galaksi Bima Sakti, membuatnya tampak sangat terang di alam semesta. Pengamatan ini membuat banyak ilmuwan penasaran mengapa galaksi bisa berkembang dengan begitu cepat dan berharap dapat menemukan lebih banyak galaksi baru, untuk menggali misteri alam semesta, kata ilmuwan.

“Penemuan GN-z11, menunjukkan kepada kita bahwa pengetahuan kita terhadap alam semesta awal masih sangat terbatas. “Proses terbentuknya GN-z11 masih menjadi misteri hingga saat ini,” tambahnya

Penemuan itu juga memiliki konsekuensi penting bagi Wide-Field Infrared Survey Telescope (WFRIRST) NASA, yang akan memiliki kemampuan untuk menemukan galaksi lainnya yang memiliki jarak jauh. (epochtimes/joni/rmat)

 

Share

Video Popular