- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Bagaimana Membedakan Tekanan atau Depresi?

Apakah Anda merasa tekanan terlalu besar? Bahkan merasa kesepian dan tak berdaya? Sebenarnya, Anda tidak sendirian. Karena survei oleh American Psychological Association, orang dewasa AS pada kehidupan satu bulan sebelumnya, apakah pernah merasakan tekanan terlalu banyak, sebanyak 72% jawaban dari yang diwawancarai mengatakan ya.

Situs Departemen Kesehatan Psychology Today melaporkan, tekanan akan cepat memengaruhi fungsi tubuh Anda dan kondisi mental secara keseluruhan. Tekanan tanpa penyembuhan yang tepat, dapat menyebabkan frustrasi bahkan depresi. Jadi, bagaimana cara mengetahui Anda hanya sekedar tertekan atau sudah frustrasi?

Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang paling umum di Amerika Serikat, itu bisa disembuhkan. Namun, kebanyakan orang tidak dapat menghadapinya sendirian. Depresi bukan hanya sesekali merasakan bad mood, jika Anda merasa memiliki gejala berikut selama dua minggu atau lebih, mungkin menderita depresi:

Bad mood adalah reaksi emosional umum kebanyakan orang, semua orang pernah memiliki pengalaman ini, bukan semacam penyakit. Orang yang depresi hanya bersifat sementara, perasaan tidak bahagia akan memudar seiring dengan berlalunya waktu, emosi akan kembali normal. Bad mood adalah reaksi emosional yang normal, tidak sama dengan depresi. Depresi adalah semacam penyakit, bukan kelanjutan dari keluhan, tidak ada hubungan langsung antara keduanya. Sebenarnya, penyakit depresi tidak mengerikan, asalkan bisa menemukan dokter profesional yang tepat, benar-benar dapat disembuhkan.

Bagaimana dapat membedakan Anda hanya menderita tekanan terlalu besar, atau telah menderita penyakit depresi? Pada dasarnya, jawabannya adalah durasi dan seberapa parah. Menurut data statistik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada sekitar 200 juta orang menderita penyakit depresi, menjadikan depresi sebagai ancaman bagi kesehatan manusia dan penyakit peringkat kedua setelah penyakit kardiovaskular (pembuluh jantung). Insidensi penyakit depresi meningkat seiring dengan usia yang meningkat, prevalensi wanita lebih besar dibandingkan pria. Diperkirakan 10-15% dari manula di atas 65 tahun memiliki berbagai macam penyakit depresi, dimana sekitar 20-30 persennya membutuhkan terapi penyembuhan. (Hui/Yant)