Pada masa dinasti Han Timur, Tiongkok kuno, hiduplah seorang shinshe termasyur bernama Hua Tuo. Teknik pengobatannya sangat hebat, jiwa penolongnya sangat mulia, menolong dunia menyelamatkan manusia, namanya harum tersebar ke mana-mana, hingga kini orang masih mengagumi kepandaiannya.

Berikut ini salah satu kisah bagaimana Hua Tuo mengobati obesitas dengan cara yang sangat unik.

Pada suatu hari Hua Tuo berjalan-jalan diluar kota pada musim semi, dalam perjalanan Hua Tuo bertemu dengan seorang yang sangat gemuk, badan orang ini dari atas sampai ke bawah hampir sama gemuknya, apalagi perutnya seperti wajan terbalik ditelungkupkan pada badannya. Terlihat orang ini bersimbah keringat, nafasnya terengah-engah berjalan dengan susah payah.

Hua Tuo lalu berkata,”Saya adalah Hua Tuo, hari ini saya ingin mengobati obesitasmu.” Si gendut itu begitu mendengar nama tersohor Hua Tuo, lalu menepuk perutnya yang besar dan berkata, “Saya adalah penjual daging di Kota Hao, baru pulang dari menagih hutang jika Sinshe ajaib Hua Tuo bisa melenyapkan perut gendutku ini, saya jamin, lain kali Anda boleh minum arak dan makan daging gratis.”

Kemudian Hua Tuo dengan cermat menanyai kebiasaan makan minum dan hidup sehari-hari si gendut, lalu berkata, “Asalkan Anda mengikuti cara saya, setelah 3 bulan pasti akan berhasil.” Si gendut itu lalu menepuk-nepuk perut dengan keras sampai bersuara, si gendut berkata, “Asal sinshe ajaib Hua Tuo yang menyarankan, pasti akan saya lakukan.”

Hua Tuo berkata,”Kamu setiap hari siapkan kuaci 1 ons, bangun tengah malam, lalu sambil makan kuaci berjalanlah, setelah kuaci habis, baru boleh berjalan pulang kembali, dalam perjalanan tidak boleh istirahat.” Begitu mendengar saran Hua Tuo si gendut sangat senang, karena pertama, ia tidak perlu ditusuk jarum, kedua tidak perlu minum obat, hanya makan kuaci sambil jalan.

Maka keesokan harinya pada tengah malam dia bangun, sambil makan kuaci sambil jalan, terus berjalan hingga 2.5 km kuacinya baru habis, kemudian menelusuri jalan semula untuk pulang. Pada hari-hari pertama luar biasa lelahnya, nafas terengah-engah, kedua tungkai bagaikan diisi dengan timah hitam, sungguh sangat berat untuk melangkah, tetapi teringat tidak boleh istirahat, maka si gendut dengan mengatupkan geraham terpaksa bertahan.

Begitulah si gendut melakukannya lebih dari 10 hari, perlahan-lahan ia mulai merasakan tungkai tidak lagi linu, kaki tidak lemas, keringat juga semakin berkurang, sekujur badan terasa bertenaga dan tidak merasa lelah. 3 bulan kemudian perut gendutnya benar-benar telah susut, lemak-lemak di sekujur tubuhnya juga sudah berkurang banyak.

Demi menyatakan rasa terima kasihnya, si gendut dengan sangat gembira mengantar sejumlah besar daging dan arak serta hadiah lainnya kepada Hua Tuo, namun dengan sopan Huta Tuo menolaknya. Malahan Huatuo menasehatinya,”Mulai hari ini Anda harus bangun pagi dan tidur lebih dini, banyak bergerak, kurangi tidur, banyak makan sayur mayur, kurangi makan daging, maka baru bisa tuntas menyembuhkan penyakit obesitasmu.” Si gendut dengan senang hati menerima nasehat Hua Tuo, lalu pulang. (Foe)

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular