Oleh Fang Xiao

Pada Jumat (4/3/2016), juru bicara Kongres Rakyat Nasional Republik Rakyat Tiongkok Fu Ying dalam konperensi pers mengungkapkan bahwa anggaran belanja militer Tiongkok pada 2016 akan bertambah sekitar 7 – 8 %. Ini merupakan peningkatan paling rendah selama 16 tahun terakhir. Namun, berita terkini menunjukkan bahwa penambahan yang sudah ditetapkan adalah 7.6 %. Para pengamat militer memberikan penafsiran atas anggaran militer Tiongkok yang secara keseluruhan masih terbesar kedua di dunia.

Anggaran belanja militer Tiongkok sejak 1999, setiap tahunnya meningkat dengan kisaran 12 – 20 %. Meskipun di antaranya, ada 2 kali pertumbuhan ditetapkan hanya 1 digit yakni pada 2003 sebesar 9.6 % dan pada 2010 sebesar 7.5 %.

Anggaran belanja militer Tiongkok pada 2015 setelah mendapat penambahan sebesar 10.1 % dari tahun sebelumnya adalah berjumlah RMB. 886.9 miliar. Jika dinaikkan lagi sebesar 7 – 8 % untuk tahun ini, maka angka itu akan menjadi RMB. 948.9 – 957.8 miliar.

Berita terkini menunjukkan, tingkat kenaikan anggaran belanja militer yang 7.6 % merupakan yang terendah dalam hampir 6 tahun terakhir.

South China Morning Post mengutip dari sumber yang dekat dengan militer Tiongkok dan analis memberitakan, angka penambahan yang rendahnya di luar dugaan itu dihasilkan melalui ‘perhitungan cermat’ dan tidak memasukkan biaya untuk melucuti 300 ribu personil militer, selain itu juga tidak memasukkan anggaran untuk memodernisasi, biaya penelitian dan pengembangan militer yang jumlahnya cukup besar dan sensitif.

Namun, Xinhua News Agency mengutip ucapan Mayor Jenderal Luo Yuan dan peneliti dari Akademi Ilmu Pengetahuan Militer Chen Zhou mengatakan, tidak ada anggaran militer yang disembunyikan. Selain itu, mereka juga menambahkan bahwa anggaran belanja milter perlu disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dan sosial.

Fu Ying mengungkapkan bahwa sebelum anggaran ditetapkan, para ahli militer dan pejabat Tiongkok pernah menyebutkan angka 20 % sebagai patokan kenaikan tahun ini yang rencana dananya akan digunakan untuk membiayai kebutuhan modernisasi, kebutuhan militer untuk menghadapi peningkatan tantangan di Laut Timur dan Selatan, serta pembayaran kompensasi atas pelucutan 300 ribu personil.

Seorang sumber militer lainnya mengatakan, biaya kompensasi pelucutan personil militer itu tidak akan disebarluaskan.

Pada Kamis (25/3/2016) pekan lalu, mantan Wakil Komandan Daerah Militer Nanjing Letnan Jenderal Wang Hongguang mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok membutuhkan dana sedikitnya RMB 100 miliar untuk membayar kompensasi kepada 300 ribu personil militer yang akan diberhentikan.

Menurut Biro Statistik Nasional Tiongkok bahwa pertumbuhan ekonomi Tiongkok tahun lalu hanya tumbuh 6.9 %, tetapi anggaran belanja militer tahun ini tetap saja masih lebih tinggi. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular