Ada seorang mahasiswa master yang menjadi sasaran sepucuk surat kaleng, yang lebih aneh lagi, setiap kali dia melamar pekerjaan, surat kaleng ini seperti bayangan tubuhnya, senantiasa mengikutinya, membuat lamarannya gagal terus dan semangatnya hancur. Belakangan baru diketahui “surat pembeberan fakta” tersebut dikirim oleh enam teman kuliahnya yang dilandasi oleh perasaan iri hati. Oleh karena itu dia melayangkan tuntutan ke pengadilan atas kejahatan memfitnah serta meminta ganti rugi materi dan mental.

Apakah iri itu? Perasaan iri terhadap keadaan dan kemampuan. Orang yang iri terhadap bakat, watak dan moral, nama, kedudukan, atau keadaan, bahkan terhadap paras wajah orang lain yang lebih baik dari diri sendiri, timbul perasaan tidak senang atau memusuhi dan benci, ini adalah keadaan psikologis yang sangat tidak sehat. Iri biasanya lebih banyak muncul antar-rekan sekerja atau antara orang yang saling mengenal dengan baik. Tingkat perbedaan yang makin besar akan mendatangkan perasaan cemburu yang lebih kuat.

Seorang kaisar tidak akan pernah cemburu pada rakyatnya, sebab alasan perbandingan antarkeduanya sangatlah kecil. Ilmuwan Inggris berkata: ”Orang dapat mengizinkan orang yang asing baginya untuk menjadi kaya dan berkuasa, tetapi sama sekali tidak bisa memaafkan orang yang dekat dengannya menjadi lebih maju dan berhasil.” Melansir dari artikel Dajiyuan, munculnya kecemburuan karena membanding-bandingkan kemampuan, prestasi dan hasil usaha dirinya dengan orang lain terutama yang dekat dengannya.  Dianggapnya gunung tinggi menghalangi pandangan ke tanah datar, kemajuan yang dicapai orang lain akan memperlihatkan kekurangan dirinya; orang lain lebih menonjol akan terlihat kemampuan diri yang hanya biasa-biasa saja; orang lain kuat, semakin terlihat dirinya lebih lemah.

Iri hati seperti sebuah pedang bermata dua, melukai orang dan juga merugikan diri sendiri. Iri bukan saja karat yang menggerogoti hubungan antarmanusia, merusak persatuan, dan menyakiti rekan sekerja, juga menimbulkan kerugian fisik dan mental; dan merusak kesehatan. Mencemburui orang lain sama dengan menyiksa diri sendiri; bila seorang cemburu, sebetulnya pada saat yang sama sedang menyiksa diri sendiri.

Penyair Aiqing berkata: ”Iri hati adalah tumor ganas dalam lubuk hati.”   Pengarang Perancis berkata: ”Penderitaan seorang yang iri hati jauh lebih parah dari segala derita yang bisa dialami oleh orang, ketidakberuntungannya dan kebahagiaan orang lain mengakibatkan si pencemburu menderita luar biasa”.  Iri hati adalah seperti seekor ular berbisa yang mendekam dalam lubuk hatinya, dengan kejam terus menyemprotkan racun.

Iri hati adalah penyakit kronis masyarakat, sejak dahulu hingga sekarang dan di mana saja. Dewasa ini, pemerintah Jerman sudah memasukkan cemburu ke dalam golongan penyakit psikologis. Orang yang menderita iri hati dapat berobat dengan gratis, disamakan status dan haknya dengan pasien penyakit lepra. Dapat terlihat, dampak iri pada masyarakat di negara maju telah menimbulkan perhatian yang tinggi.

Untuk menghilangkan keadaan iri hati, adalah penting meningkatkan kualitas moral manusia, senantiasa rendah hati dan berhasrat untuk belajar, menghargai dan menghormati kemampuan orang lain, mengakui bahwa “di atas langit masih ada langit lagi” serta menjadikannya sebagai panutan, dengan giat memberi dorongan pada kecenderungan yang sehat, untuk membasmikan tunas iri yang sedang tumbuh.  Seperti pepatuh kuno, “menghilangkan hati iri hati, seluruh dunia akan berselimut embun segar”, alangkah indahnya!   (artikel Lin Qian, Dajiyuan/asr)

Share

Video Popular