Melansir laman blog teknologi VentureBeat, virtual reality meskipun masih berupa perangkat baru, namun kehadirannya mampu menarik minat pecintanya. HTC, vendor asal Taiwan berhasil menjulang kesuksesan dari hasil penjualan produk terbarunya berupa headset virtual reality Vive. Headset ini dibanderol seharga US$ 800 / unit atau sekitar Rp.10,5 juta/unit. Saat penjualan perdana sebanyak 15.000 unit laris hanya dalam tempo10 menit saja.

Bank investasi Goldman Sachs memperkirakan bahwa pada 2020 mendatang, skala pasar virtual reality dan  augmented reality akan mencapai US $ 110 miliar, sementara HTC akan menjadi salah satu vendor penting yang mendorong pasar tersebut. Tak hanya HTC Vive saja yang ada, namun Samsung juga terlihat hadir dengan membawa perangkat virtual Gear VR. Akan tetapi, bedanya produk HTC Vive tidak disambungkan dengan ponsel pintar.

Namun demikian, performanya lebih menonjol, dan sensasi dari VR juga lebih kuat. Selain itu, sensor yang dibenamkan pada perangkat Vive juga lebih banyak, dapat melacak gerakan pengguna di ruangan untuk meningkatkan pengalaman permainan, dan ini merupakan salah satu nilai jual utama dari HTC Vive.

Cara menggunakan perangkat HTC Vive yang dibuat bersama Valve, para pengguna cukup dengan memakai personal computer (PC) sama headset Oculus Rift. Spesifikasi komputer yang digunakan disini adalah adanya sokongan prosesor Nvidia GeForce GTX 970 atau AMD Radeon R9 290.

Meski terhubung dengan PC, pengguna masih bisa tetap terhubung dengan ponselnya melalui Vive Phone Services. Vive Phone Services tak lain merupakan fitur yang memungkinkan pengguna untuk menerima dan merespons panggilan telepon yang masuk, membaca SMS, dan bahkan bisa mengakomodir pengguna untuk menjawab pesan dengan cepat melalui headset. Sementara untuk perangkatnya sendiri, HTC mengkonfirmasi jika baik platform iOS maupun Android nantinya akan mendukung HTC Vive.

Pada awalnya, HTC hanya akan merilis sebanyak 7.000 unit saja teknologi headset VR Vive nya ini dan telah ditunjukkan pada pengguna. Namun, dengan melihat banyaknya penjualan secara preorder yang telah dilakukan, akhirnya perusahaan asal Taiwan tersebut memutuskan untuk memproduksi perangkat tersebut lebih banyak lagi.

Bulan April 2016 akan menjadi bulan resmi dimana perangkat HTC Vive ini dirilis dan HTC akan mencatat sejarah pertama kalinya perusahaan ini memasuki dunia virtual reality. Dalam masa penjualannya, HTC Vive akan dipadukan dengan Head Mounted Display (HMD) dan berbagai teknologi yang mumpuni serta alat kontrol yang bisa memudahkan pengguna ketika mengoperasikan perangkat ini

Meski berstatus follower, headset virtual reality HTC Vive ternyata dibanderol lebih mahal dari Oculus Rift. Lantas, apa yang membuat HTC Vive istimewa? Oculus Rift sendiri bisa dibilang sebagai pelopor headset virtual reality.

Perangkat dibawa bendera Facebook ini dihargai USD 600 atau setara Rp.7,9 juta, namun, persahaan tersebut tidak merilis angka penjualan apapun, tapi terjual habis beberapa menit pertama setelah penjualan, sementara pengguna yang belum mendapatkannya mungkin paling lambat Juli 2016 mendatang baru akan menerima Oculus Rift. Ledakan penjualan dari kedua produk tersebut mencerminkan minat para pecinta produk VR, penjualan pasar VR tahun ini diperkirakan akan mencapai US $ 861 juta. (SecretChina/Jhon/asr)

Share

Video Popular