JAKARTA – Penampakan gerhana matahari yang disediakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui situs resminya mengalami ‘down’dikarenakan jumlah pengunjung yang diperkirakan membludak. Namun demikian tak berlangsung lama, pengamatan kembali pulih yakni gerhana matahari di Palu, Ternate, Jakarta, Jayapura dan Tanjung Pandan.

“Kita terus melakukan perbaikan, saya mohon maaf untuk ketidaknyamanan ini,” kata Deputi Geofisika, BMKG, Masturyono di Kantor BMKG Pusat, Jakarta, Rabu (9/3/2016).

Menurut dia, komunikasi antara beberapa titik pemangamatan gerhana memang masih sedang berjalan, tapi pengunjung membludak. Dia mengibaratkan, peristiwa yang terjadi seperti jalan tol jika terlalu banyak dilalui kenderaan maka jalanan akan menjadi padat.

Masturyono menjelaskan  faktor cuaca hanya mempengaruhi saat menyaksikan secara langsung terhadap pengamatan gerhana matahari, jika cuaca tak bersahabat maka tertutup pemandangan. Jika gerhana matahari terjadi, maka secara otomatis masyarakat tak bisa melihat dengan baik penampakan gerhana matahari. Dia mengklaim, kendala komunikasi tak hanya dialami pada layanan live streaming BMKG  namun juga sejumlah provider lokal.

Menurut dia,  komunikasi di beberapa daerah yang terhubung, yaitu di Palu, Ternate, Tanjung Pandan, Jayapura dan Pontianak. Namun demikian, kawasana Muko-Muko, Palembang, dan Balikpapan betul-betul down dan tidak bisa sepenuhnya diakses dengan stabil.

BMKG melakukan pengamatan GMT menggunakan teleskop yang dilengkapi dengan komunikasi live streaming di 19 lokasi dengan 7 lokasi mengalami fenomena GMT yaitu Muko-muko, Palembang, Tanjung Pandan, Palangkara, Balikpapan, Palu dan Ternate. Dikarenakan GMT tegantung pada kondisi cuaca dan waktu kejadian GMT berbeda pada setiap lokasi maka BMKG melakukan pengamatan live streaming di lokasi tersebut sebagai bentuk pelayanan informasi kepada publik.

Proses GMT di seluruh wilayah Indonesia  terjadi selama 3 jam 30 menit di mana proses kejadiannya, Pertama, untuk GMT di Kutaagung, Lampung jam 06:19:41 yang kemudian diikuti oleh kota-kota lainnya seperti di Jakarta, Bandung, Palembang dan terakhir di Jayapura pada jam 06:53:42 WIB (-2 jam WIT).

Selanjutnya fase GMT Total dan puncak gerhana terjadi pada jam 07:18:20 dimulai dari Sei Kepulauan Mentawai Sumatera Barat dan terakhir pada jam 08:17 di Jaya Pura, Papua. Adapun fase kontak terakhir di mulai jam 08:24 di Banda Aceh dan yang terakhir pada jam 09:48 WIB (-2 Jam WIT).

Sesuai dengan UU No 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika bahwa BMKG selain melakukan pengamatan cuaca, iklim, gempa bumi dan tsunami, BMKG pun melakukan pengamatan tanda waktu, kemagnitan bumi, serta posisi bulan dan matahari. Untuk itu BMKG berkewajiban memberikan informasi kepada masyarakat terkait peristiwa gerhana matahari. (asr)

Share

Video Popular