Era internet telah mengubah sepenuhnya kehidupan dan cara komunikasi masyarakat modern. “Bapak e-mail” yang mencetuskan ide surat elektronik atau email pada 45 tahun silam itu kini telah tiada karena serangan jantung pada sabtu pagi pekan lalu.  Namun, tidak disebutkan di mana tempat penemu email tersebut menutup usianya.

Melansir laman US Cable News Network (CNN), Ray Tomlinson, bapak email dan penemu simbol @ pada 1971 silam yang dipakai sebagai pemisah antara nama pemilik email dengan alamat tujuan itu meninggal Sabtu pagi pekan lalu pada usia 74 tahun.

Tomlinson menempuh pendidikan tinggi di kampus bergengsi Massachusetts Institute of Technology dan Rensselaer Polytechnic Institute. Ketika bekerja di sebuah perusahaan teknologi di Boston pada tahun 1971, ia menemukan cara mengirim pesan orang-orang melalui komputer.

Tomlison yang dikenal rendah hati awalnya tidak mau mempublikasikan temuannya. Pada saat itu, masih sangat sedikit orang memiliki komputer pribadi karena harganya sangat mahal. Dan popularitas email baru berlangsung beberapa tahun setelah Ray menemukannya, sebelum kemudian jadi bagian integral kehidupan modern.

Berkat kontribusinya atas perkembangan internet, Tamlinson mendapatakan penghargaan di Internet Hall of Fame pada 2012 silam. Sepanjang karirnya, Tamlinson banyak mendapatkan penghargaan berkat temuan emailnya. Namun, ia tidak bisa secara jelas mengatakan terkait kapan dan apa isi email pertama di dunia yang pernah dikirimnya.

Dalam sebuah wawancaranya dengan “New York Times” pada tahun 2009, ia mengatakan : “saya banyak mengirim email dari satu komputer saya ke komputer lain, tapi saya benar-benar tidak ingat apa isi pesan dan waktu kirimnya” Sabtu, 5 Maret lalu, salah seorang tokoh yang disebut sebagai “bapak pendiri internet,” yakni Vint Gray Cerf menyampaikan belasungkawanya di Twitter atas wafatnya bapak email, Ray Tomlinson.

Semasa hidupnya, Ray banyak mendapatkan penghargaan atas kontribusinya, diantaranya Webby Award dari the International Academy of Digital Arts and Science, penghargaan inovasi dari Majalah Discover, dan Penghargaan Eduard-Rhein Cultural. Ray lahir di Amsterdam, New York pada 1941. (Epochtimes/Jhon/asr)

Share

Video Popular