Oleh: Huang Xiao Yu

Para ilmuwan menemukan curium buatan misterius yang ikut andil dalam pembentukan tata surya. Dalam sebuah batuan meteorit yang melambangkan pembentukan tata surya 4,6 miliar tahun silam, para peneliti di University of Chicago menemukan elemen curium radioaktif yang misterius.

Melansir laman “Daily Express” Inggris, Senen, 7 Maret 2016, karena curium merupakan elemen langka yang tidak terdapat di alam, maka elemen ini hanya bisa diperoleh dengan cara buatan melalui proses di laboratorium atau reaksi nuklir, sehingga temuan dari unsur kimia tersebut mengejutkan para ilmuwan.

Curium merupakan suatu elemen yang sulit dipahami, adalah suatu unsur kimia terberat yang telah diketahui. Karena semua isotopnya bersifat radioaktif, dan siklus pelemahannya juga sangat singkat, sehingga unsur ini tidak akan eksis secara alami.

Menurut laporan terkait, bahwa selama 35 tahun ini, para ilmuwan terus memperdebatkan apakah ada unsur curium di awal pembentukan tata surya, namun, hasil penelitian sekarang akhirnya mengakhiri perdebatan akademis ini. Dan sekarang para ilmuwan bisa secara lebih akurat menghitung waktu terbentuknya planet berdasarkan curium yang ditemukan dalam batuan meteorit.

Sementara itu, peneliti Nicolas Dauphas, geofisikawan dari University of Chicago, menyatakan, adalah hal yang sangat menggembirakan, jika unsur curium sudah ada di masa awal tata surya, karena mereka bisa selalu menggunakan unsur-unsur radioaktif sebagai timer untuk menghitung usia relatif meteorit dan planet.

Elemen misterius ini mungkin terbentuk dalam proses pembentukan bintang. Temuan ini mengandung arti yang sangat penting, karena menunjukkan bahwa seiring dengan kematian beberapa generasi bintang secara kontinyu, dan unsur yang dipancarkan ke dalam galaksi itu kemungkinan terdiri dari unsur kimia curium di dalamnya. Sementara penelitian sebelumnya tidak berpandangan seperti ini.

Untuk diketahui curium adalah elemen radioaktif yang ditemukan pertama kalinya oleh sekelompok ilmuwan dari California, Amerika Serikat pada Juli 1944 silam. Unsur kimia ini tidak akan eksis secara alami di Bumi. Demi memperingati jasa Marie Curie atas kontribusinya dalam radiologi, komunitas ilmiah menamakan Curium yang diambil dari nama belakangnya atas unsur kimia langka itu. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular