Oleh: Hong Mei

Kepala Staf Gabungan Militer Korea Selatan pada 10 Maret mengatakan bahwa Korea Utara pada Kamis (10/3/2016) pagi tadi, sekitar 05:20 waktu setempat telah meluncurkan 2 buah rudal balistik taktis jarak pendek dari Hwang Hae Utara menuju perairan sebelah timur semenanjung. Diperkirakan rudal tersebut termasuk rangkaian Scud.

Ini adalah peluncuran rudal balistik jarak pendek dengan jarak sekitar 500 km yang pertama dilakukan oleh Korut. Pada 3 Maret 2016 lalu, Korut juga menembakkan 6 buah missile berkaliber 300 mm ke Laut Timur.

Saat ini, militer Korea Selatan masih terus memantau perkembangan situasi dan bersiaga untuk menghadapi provokasi Korut.

Korut melakukan provokasi untuk menghadapi latihan militer dan sanksi DK PBB

Dewan Keamanan PBB pada 2 Maret 2016 mengeluarkan resolusi yang berisikan perluasan sanksi kepada Korut demi mengekang program pengembangan nuklir dan rudal mereka serta untuk menyerukan dimulainya perundingan kembali antar 6 negara.

Kim Jong-un pada 3 Maret 2016 lalu, di lokasi peluncuran 6 missile 300 mm multi-barrel kepada pejabat yang juga hadir mengatakan,”Kkita harus selalu siap untuk menempatkan dan melepaskan hulu ledak nuklir dalam upaya membela kepentingan bangsa dan negara Korea Utara.”

Mulai 7 Maret hingga 30 April 2016, Korea Selatan dan AS bersama sedang melakukan latihan militer terbesar dalam sejarah yang diberi nama Key Resolve (KR) dan Foal Eagle (FE) di perairan Korea Selatan.

Di pagi hari latihan militer bersama itu digelar, Komite Pertahanan Korea Utara mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan militer kedua negara bahwa jika ditemukan adanya indikasi akan melakukan ‘Gerakan memenggal kepala’ dalam latihan bersama ataupun rencana untuk menyerang Korea Utara, maka Korea Utara akan bertindak mendahului serangan dengan menembakkan senjata nuklir ke sasaran di AS dan Korea Selatan.

Pada 9 Maret 2016, Rodong Sinmun melaporkan tentang keberhasilan ilmuwan Korea Utara membuat miniaturisasi hulu ledak nuklir, menyelesaikan stndarisasi dan serialisasi hulu ledak agar lebih mudah dan cepat dapat dimuat oleh roket balistik.

Menghadapi sikap provokatif Kim Jong-un, AS dan Korea Selatan dengan tegas menyatakan bahwa bila Korea Utara berani bertindak gegabah, itulah saat rezim Kim berakhir. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular