Partai NLD (National Leagur for Democracy) yang dipimpin Aung San Suu Kyi, Kamis (10/3/2016) mengumumkan nama calon presiden, seperti yang sebelumnya sudah diduga banyak orang bahwa Htin Kyaw yang selama ini dipercaya oleh Aung San Suu Kyi bakal dinominasikan sebagai calon presiden Myanmar berikutnya.

Undang-undang pemilihan Myanmar menentukan bahwa Majeleis Tinggi, Rendah dan pihak militer masing-masing akan mengajukan seorang calon presiden untuk dipilih melalui pemungutan suara. Peraih suara terbanyak ditetapkan sebagai presiden, dan lainnya sebagai wakil presiden.

Namun karena NLD berhasil meraih kursi terbanyak dalam Majelis baik Tinggi maupun Rendah, maka pemenangnya sudah hampir dapat dipastikan.

Menurut Central News Agency bahwa Htin Kyaw yang kini berusia 69 tahun adalah seorang sarjana lulusan Universitas Oxford. Sudah mengenal Aung San Suu Kyi sejak masih sekolah. Ia kadang juga bertindak sebagai sopir pribadi bagi Aung San Suu Kyi.

Htin Kyaw juga dikenal sebagai penanggung jawab atas yayasan amal yang didirikan Aung San Suu Kyi pada 2012 ‘Daw Khin Kyi Foundation’ yang berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan, pendidikan dan standar hidup bagi masyarakat tingkat bawah Myanmar.

Ayahanda Htin Kyaw, Min Thu Wun adalah penyair terkenal dan sarjana, juga merupakan anggota dari partai NLD. Istri Htin Kyaw, Su Su Lwin adalah anggota parlemen yang mewakili NLD. dan Su Su Lwin adalah putri dari salah satu pendiri partai NLD, U Lwin.

Htin Kyaw mulai terlibat dalam kegiatan politik dan bergabung dalam perjuangan Aung San Suu Kyi sejak 1995 Aung San dibebaskan.

Dinominasikannya Htin Kyaw sebagai calon presiden baru menunjukkan bahwa Aung San Suu Kyi menaruh kepercayaan tinggi kepadanya. Setelah kabar namanya dicalonkan oleh Majelis beredar, masyarakat pun langsung memberikan respon positif

Rancangan konstitusi militer membuat Aung San Suu Kyi tidak bisa mencalonkan diri dalam pemilihan presiden. Tetapi Aung San berjanjji akan menunjuk kandidat untuk memegang tampuk kekuasaan. BBC melaporkan bahwa ia mungkin akan menirukan praktik Sonia Gandhi dalam memimpin India. Meskipun Sonia belum pernah memegang jabatan di pemerintahan, namun ia memiliki pengaruh besar baik di kongres, partai maupun masyarakat.

Sementara itu beredar isu bahwa Aung San Suu Kyi masih diperkenankan untuk menjabat sebagai menteri luar negeri. Bila hal ini benar, maka ia masih mungkin menjadi anggota kabinet, juga menduduki satu kursi di Komite Keamanan Nasional. Saat ini, militer yang mengendalikan Komite Keamanan Nasional Myanmar. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular