Landasan terbang bermil-mil panjangya di gurun terpencil Nevada telah ditemukan lewat foto di Google Earth, diduga telah menjadi pangkalan rahasia uji sensor armada drone.

Seperti yang terlihat di gambar Google Earth, landasan beraspal tersebut berada dalam Area 6 area uji coba Yucca Flat, sekitar 12 mil (19 kilometer) timur laut dari Area 51 yang telah lama menjadi subyek teori konspirasi. Di Area 6, beberapa hangar dengan pintu-pintu clamshell berkumpul di salah satu ujung lapangan terbang.

Daerah, yang tidak memiliki nama, dipagari dan dapat dilihat dari jalan oleh mereka yang melakukan perjalanan ke Situs Keamanan Nasional Nevada, Yucca Flat, di mana militer telah melakukan ratusan percobaan nuklir selama beberapa dekade.

Sementara sedikit yang diketahui tentang Area 6, Yucca Airstrip tersebut digunakan oleh Departemen Pertahanan dan Departemen Keamanan Dalam Negeri, menurut Darwin Morgan, juru bicara Administrasi Keamanan Nuklir Nasional, mengatakan kepada Las Vegas Review-Journal.

“Mereka datang ke sini untuk menguji sensor milik mereka sendiri,” katanya baru-baru ini setelah menghindari pertanyaan dari koran tentang Area 6 selama berbulan-bulan.

Pangkalan Drone?

Meskipun pejabat dan pemerintah telah sangat enggan untuk mengungkapkan rincian tentang situs tersebut, namun beberapa rincian telah bocor.

Sebuah buku tebal 7.500 halaman tentang keselamatan nuklir di proyek limbah nuklir Yucca Mountain termasuk paragraf singkat yang menjelaskan Area 6 sebagai “fasilitas operasi udara”.

“Tujuan dari fasilitas ini adalah untuk membangun, mengoperasikan, dan menguji berbagai kendaraan udara tak berawak. Tes meliputi, tetapi tidak terbatas pada, modifikasi badan pesawat, operasi sensor, dan pengembangan komputer onboard. Sebuah pesawat pemburu kecil, diawaki digunakan untuk melacak kendaraan udara tak berawak, “menurut laporan tahun 2008 tentang permohonan izin penyimpanan di Yucca Mountain  yang diajukan oleh kontraktor pemerintah Bechtel SAIC, yang membangun landasan terbang tersebut senilai $9,6 juta.

 “Wilayah udara di atas landasan tersebut dikendalikan, yang mengurangi risiko pesawat atau satelit di ruang angkasa memperoleh tampilan rinci di sekitarnya. Hal ini juga mencegah masyarakat yang secara tidak sengaja menemukan situs tersebut,” ungkap Morgan kepada Review-Journal.

“Berdasarkan ukurannya, hanggar bisa menampung hingga 15 lebih pesawat MQ-9 Reaper, jenis drone yang digunakan untuk melakukan pengintaian. Landasan itu terlalu kecil untuk jet tempur atau pembom,” ulas Tim Brown, seorang analis citra di situs informasi pertahanan GlobalSecurity.org, kepada Review Journal.

Salah satu kemungkinan adalah bahwa pesawat dikemudikan dari jarak jauh untuk melakukan pekerjaan pengintaian. Jika itu yang terjadi, pemerintah dapat menguji sensor array, dimana ratusan smartphone jenis kamera yang dipasang di pesawat seperti MQ-9 Reaper adalah untuk mengambil fotografi secara berselang waktu sehingga dapat mengetahui sesuatu yang bergerak di luar sana. (ran)

Share

Video Popular