Media Korea Selatan Yonhap News mengutip sumber berita Tiongkok yang berkaitan dengan urusan Korea Utara melaporkan, kapal kargo milik Korut ‘Gold Star 3’ yang dimasukkan ke dalam daftar hitam oleh Dewan Keamanan PBB telah ditolak untuk berlabuh oleh otoritas Hongkong. Juru bicara otoritas Hongkong membenarkan adanya kejadian ini.

Diberitakan oleh Yonhap News bahwa kapal kargo ‘Gold Star 3’ ketika itu berlayar mendekati perairan Hongkong dan meminta kepada otoritas pelabuhan untuk diberikan ijin berlabuh untuk mengisi bahan bakar termasuk memasok persediaan bagi awak kapalnya. Tetapi otoritas pelabuhan Hongkong menolaknya dengan alasan adanya sanksi Dewan Keamanan (DK) PBB. Kapal tersebut akhirnya berlayar menjauh menuju perairan internasional.

Berita juga mengungkapkan bahwa kapal kargo tersebut merupakan salah satu dari 31 buah kapal kargo milik perusahaan pelayaran Korea Utara, Ocean Maritime Management yang termasuk terkena sanksi DK PBB. Meskipun kapal ‘Gold Star 3’ menggunakan bendera Kamboja, tetapi secara luas dianggap sebagai upaya perusahaan Korut itu untuk menyembunyikan identitas.

Pemerintah Hongkong mengatakan bahwa setelah DK PBB memberlakukan sanksi kepada Korut atas percobaan nuklir dan peluncuran rudal, Hongkong telah menolak untuk memberikan ijin berlabuh kepada sebuah kapal barang milik Korea Utara.

Sebelum ini, dikabarkan ada 6 – 7 kapal milik Korut yang juga ditolak oleh otoritas untuk masuk ke pelabuhan Tiongkok. Pada 8 Maret 2016, kapal kargo Korut ‘Grand Karo’ ditolak masuk oleh otoritas pelabuhan Rizhao, Shandong. Menurut media Jepang Sankei Shimbun bahwa mulai 10 Maret, 2016 pemerintah Tiongkok mulai memberlakukan larangan untuk meninggalkan wilayah Tiongkok bagi seluruh kapal milik Korut yang sudah berlabuh di pelabuhan Tiongkok.

Kapal kargo ‘Jin Teng’ berbendera Sierra Leone yang juga dimiliki oleh OMM telah ditahan oleh pemerintah Filipina pada 5 Maret karena sanksi DK PBB. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular