Kitab Wahyu di Milenium Baru: Fenomena Aneh Pertanda Peringatan dari Langit (3)

8271
Keterangan Foto: Menjelang Gerhana Matahari Total pada 9 Maret lalu di Indoneisa. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP/Getty Images).

Masa Gerhana Matahari

Di dataran Tiongkok, perubahan fenomena langit dan pergantian dinasti selalu menjadi topik pembicaraan yang suka dibahas oleh masyarakat. Pada 1976, diawali dengan hujan batu, kemudian disusul gempa bumi, satu persatu sesepuh Partai Komunis Tiongkok/ PKT mati. Terakhir, sebulan setelah gempa bumi Tangshan, Mao Zedong mati. Di seberang laut sana, pada 1975, saat Chiang Kai-shek meninggal dunia, sebuah lingkar cahaya terlihat di langit dan bertahan cukup lama.

Beberapa tahun terakhir, sejarah di atas kembali terulang. Pada 2008 terjadi gempa Wenchuan. Di musim dingin 2013 kabut tebal menyelimuti negeri. Pada 2015 di Tiongkok banyak terjadi bencana seperti kekeringan dan gempa dahsyat, sambaran petir, hujan es batu, dan badai pasir, terus melanda Tiongkok. Kota Beijing membunyikan tanda bahaya kabut. Tahun yang sama, beberapa sesepuh PKT seperti Qiao Shi, Wan Li, Wei Jianxing dan lain-lain meninggal dunia.

Memasuki Januari 2016, turun salju di propinsi Guangdong. Membuka kembali lembaran sejarah, turunnya salju di Guangdong terjadi sebelum keruntuhan dinasti. Berikutnya, telah terjadi gerhana matahari pada 9 Maret 2016.

Dalam buku astrologi kuno, gerhana matahari mengandung makna akan terjadi bencana suatu negara. Terbukti dalam sejarah modern,yang mengiringi gerhana matahari adalah bencana yang membayangi. Disini dijabarkan sejumlah bukti kejadian dalam setengah abad lalu.

Gerhana matahari anular pada1965, terjadi Revolusi Kebudayaan (Peristiwa G30S-PKI di Indonesia). Gerhana matahari anular pada 1976, terjadi gempa Tangshan dan kematian Mao Zedong. Gerhana matahari anular pada 1987, terjadi peristiwa pembantaian Tiananmen 4 Juni. Gerhana total 1997, terjadi banjir besar pada 1998 dan dimulainya penindasan Falun Gong di tahun 1999. Gerhana matahari total pada 2008, terjadi gempa dahsyat di Wenchuan, RRT.

Di abad ke-21 ini, sejak 2007 telah terjadi 8 kali gerhana matahari selama 6 tahun berturut-turut di RRT. Salah satunya adalah gerhana matahari total yang terpenting di abad ini yakni 2009. Berikutnya, pada 9 Maret 2016, kembali akan terjadi gerhana matahari di RRT, di banyak tempat di seluruh negeri bisa menyaksikannya.

Di jaman dulu, gerhana matahari adalah pertanda buruk, “Gerhana matahari, kematian negeri.” (Kitab Chun Qiu, pasal Gan Jing). Tahun ini, perubahan bersejarah apa yang akan didatangkan oleh gerhana matahari yang baru terjadi pada 9 Maret lalu?

Fenomena Langit, Bumi dan Manusia

“Peristiwa sebelumnya besar, peristiwa yang akan tiba juga besar, itulah pertanda munculnya gerhana matahari.” (Liu Xiang, Dong Zhongshu) Tiongkok sedang berada di ambang perubahan besar yang bersejarah. Di tengah fenomena alam yang penuh dengan ramalan ini, apa yang telah terjadi di RRT? Lalu apa yang akan segera terjadi?

Mei tahun lalu, surat tuntutan dalam jumlah besar melayang ke Pengadilan Tinggi dan Kejaksaan Tinggi Beijing, isinya menuntut mantan kepala negara sebelumnya Jiang Zemin, dengan tuduhan melakukan kejahatan penyiksaan, kejahatan genosida (pemusnahan suku atau kelompok tertentu, Red.) dan kejahatan anti-kemanusiaan. Hingga saat ini, sebanyak 200.000 orang dari dalam maupun luar negeri telah mengajukan surat tuntutan dan pengaduan itu. Musim panas tahun lalu, pada Rapat Beidaihe, para sesepuh PKT yang telah pensiun mengemukakan bahwa korupsi di tubuh partai telah mencapai titik kritis. Bicara soal krisis kehancuran partai, para sesepuh hanya dapat meneteskan air mata, berkali-kali rapat tersebut terhenti.

Pada 2013, Beijing membentuk 25 tim investigasi, dan 5 di antaranya dipimpin oleh perwira tinggi setingkat letnan jendral. Tim investigasi ini diutus ke Rumah Sakit PLA (Tentara Pembebasan Rakyat, Red.) dan Rumah Sakit Polisi Bersenjata, hasil investigasi dirahasiakan. Di saat yang sama, Wang Qishan menangkap ratusan macan besar di seluruh negeri, dengan tuduhan pelanggaran kedisiplinan serius, dan kejahatan mereka yang sesungguhnya juga menjadi rahasia tertinggi negara.

Selama 17 tahun, di dataran Tiongkok telah terjadi pembantaian besar. Tak terhitung banyaknya praktisi Falun Gong ditangkap dan dipenjara di berbagai kamp konsentrasi dan penjara militer di berbagai daerah, dana pribadi para praktisi berupa jenis golongan darah, DNA dihimpun dan didistribusikan ke ratusan rumah sakit di seantero negeri yang melakukan transplantasi organ tubuh. Menurut statistik, RS yang melayani operasi transplantasi organ di RRT mencapai 865 unit.

Sejak digencarkannya penindasan terhadap Falun Gong pada1999, RRT mendadak melonjak ke negara urutan kedua terbesar dunia yang melakukan cangkok organ tubuh. Hal ini pun serta merta menarik pengidap penyakit dari berbagai penjuru dunia, terkadang satu rumah sakit bisa melayani belasan operasi cangkok organ dalam sehari. Salah satu rumah sakit di Tianjin bahkan melakukan operasi cangkok organ lebih banyak daripada rumah sakit seluruh Jerman dalam setahun. Karena keuntungan yang menggiurkan inilah, aksi perampasan organ dalam keadaan hidup-hidup pun menjadi proses yang dilakukan terus menerus, bahkan di ruang bawah tanah pada banyak rumah sakit sudah memenjara praktisi Falun Gong di dalamnya.

“Penguasa semena-mena, membunuh yang tak berdosa, menentang langit menyinggung Dewa, maka akan terjadi gerhana.” (Kitab Moral, Melawan Wibawa)

Dengan memahami kejahatan perampasan organ di abad ke-21 ini, kita akan dapat memiliki pemahaman yang lengkap tentang fenomena yang kini terjadi di dataran Tiongkok. Dengan memahami rahasia memalukan PKT ini, kita akan dapat memahami fenomena aneh yang terjadi di milennium ini. Fenomena langit, bumi, dan manusia saling terkait satu sama lain. Di balik peristiwa kabut yang turun dari langit dan peristiwa gerhana matahari, adalah kejahatan PKT yang tak terampuni selama 17 tahun terakhir. Semenjak daratan Tiongkok dirampas oleh PKT, penindasan terhadap agama dan kepercayaan tidak pernah berhenti, dan puncaknya adalah penindasan terhadap Falun Gong yang dimulai sejak 1999. Di tengah negeri ibarat neraka ini, muncullah gerhana matahari yang menutup langit.

Seharusnya kita tidak lupa, PKT adalah perpanjangan tangan Uni Soviet di Asia yang dimasukkan ke negeri Tiongkok pada masa itu. Arwah sesat dari Barat itu telah menyandera dataran Tiongkok selama lebih dari setengah abad. Kini di RRT, di bawah garis genetik kekerasan dan kebohongan komunis, moralitas sudah tidak ada, bumi penuh dengan luka, gerhana menelan matahari.

Tiongkok adalah satu-satunya negeri peradaban kuno yang masih eksis. Meskipun dikuasai oleh PKT selama lebih dari setengah abad, peradaban kuno ini pun telah hampir punah, namun dataran ini adalah tempat yang dulunya dilindungi para Dewa. Ketika Tiongkok terpenjara di dalam kabut beracun, di saat gerhana matahari kerap terjadi di atas langit daratan ini, kita seharusnya mengerti: ini adalah tanah yang dipenjara, dan dikutuk.

Satu-satunya peradaban kuno (yang masih tersisa) di dunia dipenjara di tengah kegelapan yang turun dari langit, apa maknanya bagi seluruh umat manusia?

Kata penutup

Di milennium baru ini, Tuhan membuka langit, menurunkan hujan salju, menerpa leher manusia yang keras. Angin bergolak di langit, mengeluarkan suara menakutkan. Ketika petir bermuatan listrik menyambar dari langit, pedang halilintar itu akan menebas hati manusia, ibarat Tuhan sedang menghardik manusia, seperti sebilah tongkat hukuman yang berputar di angkasa. Di tengah langit ini, bintang dan planet sedang tercerai berai di tengah ledakan. Di saat yang sama, pada dimensi yang lebih mikro, pada alam semesta yang lebih jauh lagi, bintang yang baru sedang terlahir.

Di milennium baru ini, kita harus dengan cermat membaca kitab langit yang sedang dibuka di atas langit ini. Membuka mata dan telinga, kita harus mendengar dengan seksama, mengamati dengan teliti, mendengarkan peringatan terakhir yang akan diturunkan Tuhan kepada kita dengan berbagai belas kasih dan kesabaran maha besarNya. Tuhan menurunkan salju yang menenggelamkan bumi, membangkitkan tornado yang menggulung dari bumi sampai ke langit. Tuhan tidak pernah berbicara dengan kita dengan begitu gusar, tidak pernah dengan begitu mengejutkan.

Bintang baru yang terlahir di alam semesta telah membuka lembaran baru di kitab langit ini. Ledakan planet di alam semesta telah menyapu bersih berlapis-lapis langit, membersihkan alam semesta, juga membersihkan dataran yang penuh derita ini, agar manusia di bumi ini bisa memulai kembali hidup baru. Pada saat itu, di alam semesta ini akan ada gugus bintang baru, fenomena langit yang sama sekali baru, dan manusia yang juga sama sekali baru di bumi ini. Di atas tanah yang telah dibersihkan ini, seluruh umat manusia akan memulai kembali, menciptakan peradaban yang gemerlap. (sud/whs/rmat)

TAMAT