Oleh Lan Caixiang

Bertepatan dengan berlangsungnya Dwi Konferensi di Beijing, pesawat penumpang Air China CA 177 yang lepas landas dari Bandara Internasional Pudong, Shanghai menuju Melbourne, Australia pada Rabu (9/3/2016) tiba-tiba berputar haluan untuk terbang kembali ke Shanghai padahal pesawat sudah berada di udara Laut Selatan. Banyak orang menduga bahwa pesawat diminta untuk balik karena ada ‘harimau besar’ yang hendak melarikan diri ikut menumpang.

Di hari yang sama, media Hongkong Phoenix melalui konfirmasi mengabarkan bahwa pesawat terpaksa kembali ke Shanghai karena terjadi kerusakan alat komunikasi, balik ke bandara untuk ganti pesawat demi keselamatan penumpang.

Media Tiongkok The Paper mengutip ucapan pihak berwenang dari maskapai tersebut yang mengatakan bahwa bukan karena kerusakan alat komunikasi satelit dalam kokpit, tetapi masalah di alat peringatan bahaya yang terus berbunyi tanpa bisa dihentikan, sehingga disarankan untuk kembali demi keselamatan penumpang dan pesawat. Setelah mendarat kembali di Bandara Shanghai pada tengah malam, penumpang dialihkan ke pesawat lain dan langsung diterbangkan pada dini hari, Kamis (10/3/2016).

Netizen ‘Xi Men Qiao’ di jaringan internet menulis bahwa kalaupun terdapat ketidak-beresan alat kontrol dalam kokpit, pesawat pada umumnya akan meminta ijin untuk mendarat darurat di bandara terdekat. Tampaknya ada faktor lain di balik alasan itu, misalnya ada penumpang pejabat yang sudah dipecat dan sedang dicekal ikut juga dalam penerbangan, jadi tidak heran kalau pesawat diperintahkan untuk “balik ke kandang.”

Banyak netizen lain memberikan ‘like’ atas komentar itu. Netizen ‘Ku Xiao Bu De’ menulis, “Jelas, itu hanya sebagai alasan belaka. Situasi yang paling mungkin adalah menemukan koruptor hendak kabur dalam pesawat.” Begitu pula komentar netizen ‘Topten,’ “Pejabat korup ada dalam pesawat itu.”

Sedangkan netizen ‘Wangtora’ memberikan komentar ejekan. “Kalau mau melarikan diri sebaiknya menggunakan penerbangan asing, setelah pesawat melewati batas 12 mil laut, sudah berada di udara internasional, baru menelpon Komisi Pengawas Kedisiplinan PKT untuk mengucapkan selamat tinggal Republik.”

Ada netizen yang teringat dengan peristiwa larangan terbang pada Juli 2014, di mana sejumlah penerbangan antara Being – Shanghai waktu itu sempat terganggu karena penundaan jadwal bahkan pembatalan penerbangan karena instruksi dari pihak militer. Ada latihan militer kata pihak militer Tiongkok, yang sebenarnya larangan itu berhubungan dengan pelarian diri “harimau besar” Guo Boxiong. Alasan yang dibuat militer tidak berhasil menggagalkan dugaan benar masyarakat.

Beberapa saat kemudian, di jejaring sosial Tiongkok muncul tulisan, “Ada seorang pemimpin militer senior hendak melarikan diri dengan memakai paspor palsu dan berdandan seperti wanita. Ia akhirnya tertangkap di bandara. Mantan Wakil Komisi Militer Tiongkok Guo Boxiong menjadi satu-satunya tersangka dalam kejadian ini.”

Dwi Konferensi berlangsung dalam suasana menggempur ‘harimau’

Wang Min, mantan Sekretaris Komisi propinsi Liaoning, juga menduduki jabatan penting di kampung halaman Jiang Zemin, Jiangsu, juga salah satu pemegang perusahaan yang bergerak dengan bendera “Kelompok Jilin” pimpinan Zhang Dejiang. Di hari kedua Dwi Konferensi berlangsung yakni 4 Maret 2016, tiba-tiba dibawa oleh petugas dari Komisi Pengawas Kedisiplinan untuk dimintai keterangan.

Baru-baru ini, Bowenpress mengutip ucapan dari sumber yang dekat dengan Zhongnanhai memberitakan bahwa satu per satu kelompok kepentingan menjadi runtuh sebagai efek domino dari tertangkapnya para koruptor besar seperti Zhou Yongkang, Bo Xilai, Lin Jihua, Guo Boxiong dan lainnya.

Tetapi karena para koruptor menggunakan berbagai cara untuk mencuci uang, dan sebagian besar terkait dengan transaksi lintas batas. Dan bila pemberantasannya hanya dari segi keuangan saja, apalagi negara-negara itu juga kurang serius dalam memberikan bantuan kepada pemerintah Tiongkok, maka banyak kesulitan yang dihadapi pemerintah dalam menegakkan hukum lintas batas, jadi efektivitasnya rendah.

Oleh karena itu, demi mempercepat langkah pembasmian korupsi, Wang Qishan mengusulkan untuk menyusun kembali strategi yang berkaitan dengan tujuan tersebut. Sumber yang dekat dengan Zhongnanhai itu menyampaikan informasi lebih lanjut bahwa kasus Wang Min merupakan uji coba dari strategi baru yang diusulkan Wang Qishan, Komisi Pengawas Kedisiplinan Partai Komunis Tiongkok/ PKT. Strategi mencoba menerobos untuk mengusut Wang Min melalui permasalahan lama sewaktu ia menjabat di Jiangsu di mana ia juga dekat dengan keluarga Jiang Zemin, apalagi di sisi lain, ia sendiri juga memiliki sejumlah gundik.

Kabarnya, Wang Min dicomot untuk dimintai keterangan oleh pihak berwenang saat ia sedang makan di restauran. Ia yang terlibat dalam kejahatan korupsi, pencucian uang dan berkencan dengan banyak wanita sengaja dijadikan percontohan, bahan bahasan di konferensi yang sedang berlangsung. Mungkin ini merupakan model pembasmian korupsi yang dikembangkan dan akan diterapkan di waktu mendatang untuk menangkap koruptor. Sengaja dipentaskan di depan konferensi oleh Komisi Pengawas Kedisiplinan agar diketahui semua yang hadir, termasuk dari kelompok Jiang Zemin.

Analis mengatakan, kelompok Jiansu bisa terkena dampak dari kasusnya Wang Min. Sedangkan kelompok Jiangsu memiliki kaitan erat dengan Jiang Zemin yang memang berasal dari kota Yangzhou propinsi Jiangsu. Orang-orang kepercayaan Jiang Zemin seperti Hui Liangyi dan Zhou Yongkang termasuk kelompok tersebut.

Hal yang perlu disebutkan di sini adalah, pesawat penumpang Air China terpaksa harus terbang kembali ke Shanghai di saat Wang Min sudah dicomot oleh pihak berwenang. Nah! Apakah Tidak ada kaitannya dengan ‘harimau’ setingkat Guo Boxiong yang mencoba untuk melarikan diri? (sinatra/rmat)

Share

Video Popular