Erabaru.net. Mungkin beberapa kebiasaan kita yang sudah terbiasa dalam kehidupan sehari-hari, dimana tanpa kita sadari justru tersembunyi banyak faktor penyebab kanker akibat dari kebiasaan-kebiasaan tersebut.

Sementara perilaku atau kebiasaan-kebiasaan yang berisiko ini, ada yang dilakukan di toilet.

Mari simak bersama apakah Anda juga memiliki kebiasaan yang akan mengundang kanker ke tubuh Anda.

Membersihkan kotoran dengan kertas toilet seusai buang hajat

Meskipun kertas toilet telah memberikan kemudahan yang besar bagi manusia, tetapi juga sekaligus membawa risiko kesehatan.

Demi menghasilkan kualitas tisue yang putih bersih, sejumlah produsen kerap menambahkan pemutih fluorescent secara berlebihan.

Sekadar catatan, kertas toilet selalu terkontak dengan tubuh kita sehari-hari, terutama bagi mereka yang selalu membersihkan kotoran dengan kertas tisue usai buang hajat, kertas toilet yang berkualitas rendah tidak hanya banyak mengandung bakteri, penggunaan zat fluorescent dalam jangka waktu lama juga merupakan faktor utama penyebab dermatitis (peradangan pada kulit), selain itu juga tidak tertutup kemungkinan akan memicu timbulnya karsinogenik (zat penyebab kanker).

Dianjurkan sebaiknya cuci atau bersihkan tangan Anda usai buang hajat, jika tidak aroma dari kotoran tinja akan tertinggal di tangan, dan aroma itu tidak akan hilang bila hanya diseka dengan lap, karena itu, apakah bersih jika hanya dilap dengan kertas toilet usai BAB ?

The Journal of the American Medical Association menyebutkan, bahwa 80 persen dari infeksi saluran kemih itu dikarenakan Escherichia coli – E. coli, umumnya ini terjadi karena tidak bersih usai BAB, sehingga E. coli berkembangbiak.

Bagi mereka yang sadar akan pentingnya kesehatan, perlahan-lahan tidak lagi menggunakan kertas toilet usai BAB, tapi beralih menggunakan air.

Berlebihan menggunakan shampo

Penggunaan produk pembersih atau perawatan untuk mandi, misalnya shampo, shower gel dan sejenisnya itu juga tidak baik jika berlebihan.

Di dalam shampo, shower gel dan produk sejenis lainnya mengandung surfaktan yang disebut alkil etoksilat sulfat-AES, yang berfungsi sebagai dekontaminasi, anti-statis, pelembab dan fungsi lainnya, sementara surfaktan ini mengandung dioksin penyebab kanker.

Dioksin ini berefek sebagai perangsang dan mati rasa yang dapat meresap ke dalam tubuh melalui kulit, dan memicu berbagai penyakit.

Bahan pembersih (deterjen) diletakkan terbuka begitu saja tanpa tutup

Beberapa keluarga yang memiliki ruang yang terbatas, biasanya meletakkan mesin cuci di kamar mandi, bahan-bahan pembersih seperti sabun cuci, deterjen, pemutih, atau bahan pembersih lainya diletakkan begitu saja dan dibiarkan terbuka, agar lebih praktis saat akan mencuci pakaian.

Karena buruknya ventilasi, ruang yang lembab dan suhu yang tinggi di kamar mandi itu campur aduk dengan beragam aroma, sehingga seisi ruangan seperti kamar gas beracun.

Apabila dalam jangka panjang menghirup gas-gas beracun ini, dapat merusak saluran dan mukosa pernapasan, bahkan menyebabkan kanker paru-paru atau leukemia jika fatal.

Duduk di toilet sambil baca koran

Bagi mereka yang sembelit atau BAB-nya tidak lancar, selalu duduk menunggu sambil membaca koran atau majalah, atau kutak-katik ponsel untuk mengisi waktu.

Asal tahu saja, kamar mandi itu seperti ruangan gas beracun, apabila duduk berlama-lama di dalam toilet, tidak hanya akan menghirup lebih banyak gas beracun, tapi juga dapat menyebabkan wasir, penyakit anal dan sebagainya, bahkan rentan menyebabkan vaginitis pada kaum perempuan, kanker serviks dan penyakit ginekologi lainnya.

Toilet yang gelap

Jarang ada yang memasang lampu penerang kecil pada malam hari di dalam toilet, tapi ini perlu.

Karena pada malam hari di dalam toilet, dimana saat menyalakan lampu, seketika itu akan menyilaukan pandangan mata, dan cahaya terang yang tiba-tiba itu dapat mengacaukan jam biologis tubuh, sehingga merangsang jaringan otak yang mengontrol pembelahan sel, imbasnya berpotensi memicu reaksi ekstrim dari sel kanker.

Meskipun belum tentu akan menyebabkan penyakit, namun, tetap saja ada risiko terhadap kesehatan.

Menggunakan penyegar udara untuk menghilangkan bau tak sedap

Kamar mandi atau toilet biasanya di rancang di sudut ruangan, atau di tengah-tengah antar ruangan, jika rancangannya memang demikian, maka pencahayaan dan kondisi ventilasi secara relatif tidak baik, selain mudah tercium aroma tak sedap dari toilet, ditambah lagi dengan bau apek karena kelembaban di toilet, dan ibu-ibu yang biasanya meletakkan sebotol air freshener di toilet, sehingga aromanya semakin tidak karuan dan lebih menusuk hidung.

Ketahuilah, dalam sebotol penyegar udara mengandung zat aromatik yang dapat merangsang sistem saraf manusia, dan itu adalah karsinogen beracun, dapat menyebabkan beban liver dan ginjal, bahkan dapat menyebabkan kanker dan penyakit lainnya.(Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular