Oleh CNA Los Angeles

Pandangan politik mengusir imigran gelap dari kandidat presiden Partai Republik Donald Trump mendorong etnis Amerika Latin di AS berburu mendatangi kantor imigrasi AS untuk mengurus kewarganegaraan. Mereka berharap bisa mendapatkan hak pilih dan berpartisipasi dalam upaya menghadang terpilihnya miliarder yang selalu berbicara secara blak-blakan untuk masuk ke Gedung Putih.

Warga Los Angeles (CA) yang berusia 36 tahun, Maria Orozco mengatakan, “Situasi politik saat ini membuat saya merasa terancam.”

Ia yang sudah menjadi penduduk tetap AS memberitahu wartawan AFP dalam bahasa Spanyol bahwa, identitas tersebut saat ini memberikan jaminan tertentu terhadapnya, tetapi peraturan keimigrasian bisa berubah. Jika saja Trump terpilih, siapa pun tidak tahu akan seperti apa nantinya.

“Sudah 15 tahun tinggal di AS, tetapi saya belum pernah merasakan suasana yang begitu tidak bersahabat,” katanya.

Ada lebih dari 55 juta orang etnis Latin atau Latino yang tinggal di seluruh wilayah Amerika. Jumlah ini merupakan 17 % dari total penduduk AS. Jutaan dari mereka yang sudah memenuhi syarat sedang mengajukan permohonan kewarganegaraan agar bisa memperoleh hak pilih sebelum Mei mendatang. Mereka sangat mengharapkan aplikasi disetujui untuk mengejar Hari Pencoblosan yang akan digelar pada 8 November 2016 mendatang.

Meenurut pemerintahan Obama bahwa sekitar 8.8 juta orang Latino berhak menjadi warga AS, termasuk 2.7 juta orang asal Meksiko. Diperkirakan sekitar 13 juta orang Latino akan memberikan suara dalam pemilihan umum pada November nanti. Kendala terbesar dalam mengurus permohonan kewarganegaraan itu adalah soal biayanya yang setiap kali harus membayar USD. 680 (Rp. 8.840.000,-).

Juana Salinas (58), kelahiran Meksiko dan sudah 20 tahun bekerja di bidang perhotelan Las Vegas mengatakan, “Biaya sebesar itu tidak kecil artinya bagi kami-kami ini, tetapi untuk kali ini bagaimanapun juga akan kami usahakan.”

“Satu-satunya cara untuk membungkam mulut Trump yang mengeluarkan kata-kata tak layak didengar adalah datang sendiri ke tempat pemungutan untuk memberikan suara,” kata Juana dalam bahasa Spanyol. (sinatra/rmat)

 

Share

Video Popular