Erabaru.net. Nevaeh Hall, seorang bocah perempuan berusia 4 tahun karena kerusakan gigi di bawa ibunya ke dokter gigi, tak disangka pemeriksaan gigi ini telah mengubah hidupnya secara permanen.

Setelah dokter gigi menyuntikkan anestesi padanya, otak sang gadis belia ini mengalami kerusakan serius, sehingga membuatnya tidak bisa berbicara dan berjalan sebagaimana mestinya.

Sehubungan dengan peristiwa itu, keluarga gadis malang itu dan pengacaranya sekarang sedang mempertimbangkan tindakan hukum terhadap dokter gigi yang menanganinya.

Awal Januari lalu, Nevaeh Hall, seorang bocah perempuan berusia 4 tahun memeriksa giginya di klinik gigi Diamond Dentistry, Houston, AS.

Namun, tak disangka bocah malang ini malah menjadi bisu dan tidak bisa berjalan hingga sekarang setelah disuntik dengan anestesi oleh dokter yang menanganinya, demikian dilansir laman “New York Daily News”, Sabtu, 12 Maret 2016

Kepada media setempat, Courissa Clark, ibu dari bocah malang itu menceritakan, Nevaeh Hall anak gadisnya karena ada kerusakan di gigi, lalu ia memeriksakan ke dokter gigi Bethaniel Jefferson, untuk melihat apakah perlu memakai kawat gigi atau dicabut.

Namun, Nevaeh Hall yang berat badannya hanya 30 pound itu, disuntik dengan lima tusuk jarum suntik anestesi, dan dalam keadaan terbius lebih dari tujuh jam, dan hingga berita ini diturunkan, bocah malang itu masih dalam keadaan tak sadarkan diri.

Ada sekitar empat jam Nevaeh Hall ditempatkan di dalam satu instalasi saat ia dalam keadaan koma selama tujuh jam, dan dalam keadan koma itu, sang dokter melakukan operasi gigi padanya.

Keluarga Nevaeh dan pengacaranya mengatakan bahwa itu adalah salah satu sebab yang memicu kerusakan otak Nevaeh Hall.

Ketika Nevaeh Hall dibius, orangtuanya yang menunggu dari balik ruang klinik sempat melihat denyut jantung putrinya naik 196 kali per menit, sementara oksigen menurun hingga 49%.

Bocah malang ini “sama sekali sedang menjalani siksaan”. Ini bisa dihindari sebenarnya, pungkas Jim Moriarty pengacara keluarga Courissa Clark.

Melansir laman “Houston Chronicle”, selama dalam keadaan koma itu, dokter gigi tidak menghubungi ambulan, sampai jiwa gadis malang itu mulai memburuk setelah empat jam kemudian.

Dalam konferensi pers, Courissa Clark mengatakan, bahwa ia mempertimbangkan menuntut dokter gigi Jefferson atas dugaan malpraktek yang telah menyebabkan putrinya kehilangan fungsi normal pada organ kaki, sehingga tidak bisa berjalan, menjadi bisu, dan kehilangan fungsi visual serta organ vital terkait.

“Kami tidak bisa lagi melihat anak yang malang ini kembali normal dan ceria seperti dulu, kami sangat sedih melihat kondisinya seperti ini.”

Courissa Clark juga mengingatkan pada orangtua lain, agar jangan biarkan anak-anak ditempatkan dalam satu instalasi seperti tersebut di atas saat memeriksakan gigi ke dokter gigi.

Sementara itu, Derrick Hall, ayah si bocah malang menangis terisak saat membayangkan kerusakan otak yang dialami putrinya. “Ini sangat memilukan, dan saya juga tidak pernah menyangka hal itu benar-benar terjadi,”katanya pilu sambil menangis sedih.

Melansir laman “New York Daily News”, hingga saat ini, Nevaeh Hall masih dalam perawatan di rumah sakit, dan telah didiagnosis sebagai “kontraksi otot tak sadar”.

Setelah peristiwa itu, surat izin praktek dokter gigi tersebut untuk sementara dicabut oleh komite terkait di Texas, dan akan diadakan sidang dengar pendapat tentang pencabutan lisensi permanennya.

Dokter gigi Jefferson sebelumnya pernah dikritik oleh Komisi Dewan setempat pada tahun 2005 lalu, karena kurang memperhatikan tekanan darah dan denyut nadi (abnormal) pasien, dan pada tahun 2012 lalu, ia kembali membuat kesalahan atas penyalahgunaan obat penenang.( Epochtimes/Jhn/Yant)

Share

Video Popular