Setelah tiket pertunjukan Shen Yun di Lincoln Center, New York, pada bulan Januari 2016 terjual habis, perusahaan seni yang berbasis di New York memenuhi kembali permintaan untuk tampil kedua kalinya di tempat yang sama tanggal 2-13 Maret 2016. Perusahaan seni tari klasik Tiongkok akan melakukan pertunjukan keliling dunia di 100 kota musim tahun ini.

Mencatat komentar seorang komposer musik klasik, Paul Warner, ia sangat terkesan begitu mengetahui bahwa Shen Yun telah memiliki empat perusahaan yang berukuran sama melakukan tur keliling dunia secara bersamaan.

“Itu, adalah hal yang besar [Shen Yun telah] melakukannya. Saya sangat senang, itu spektakuler, indah, saya belum pernah melihat sesuatu seperti itu dalam hidup saya!” seru Paul Warner setelah menghadiri performa Shen Yun di Escondido, California, pada 27 Januari tahun ini.

Dia menambahkan, “Saya sangat terkesan dengan musiknya, keindahannya, terutama musik Tiongkok, begitu indah…. Sepertinya saya akan kembali ke Dinasti Tang, dengan Zaman Keemasannya. Sungguh begitu indah.”

Tahun ini, Shen Yun merayakan ulang tahunnya yang ke-10. Di antara penonton yang menikmati performanya di berbagai kota di seluruh dunia, banyak diantaranya tokoh masyarakat dan seniman memuji perusahaan ini atas pengalamannya yang tak tertan-dingi.

Musik

Performa Shen Yun menampilkan fitur utama penari yang dilatih paling klasik di dunia, dan didukung oleh iringan orkestra Barat yang menggabungkan juga instrumen tradisional Tiongkok seperti erhu dan pipa (baca: bi ba).

“(Performa) solois erhu, saya benar-benar menangis selama dua not pertama,” kata soprano profesional Victoria Wefer. Ia menambahkan, “Saya mulai menangis karena itu adalah suara manusia, seperti biola kami dari Barat. Dan mendengarnya, itu sangat kuat.”

Victoria Wefer melihat performa Shen Yun pada April 2013, dan berbicara tentang erhu virtuoso, Xiaochun Qi, yang bermain di panggung pertunjukan yang penuh di Lincoln Center David H. Koch Theater.

Erhu terkadang disebut biola Tiongkok, adalah instrumen yang hampir berusia 4.000 tahun. Meski hanya memiliki dua senar, erhu dikenal kaya akan ekspresinya, ia mampu menirukan pita suara manusia. Performa yang sangat bernuansa dari erhu virtuoso menjadi pengalaman musik yang paling menyentuh penonton bahkan penonton Barat yang baru mendengarnya untuk pertama kalinya.

“Saya bisa merasakan kekunoannya tetapi juga perasaan dinamis yang mungkin terbawa darinya. Ada rasa sesuatu yang sangat tua tetapi juga muncul sesuatu dan indah,” kata pianis klasik Anne Vollink yang mengacu pada penampilan secara umum, setelah menghadiri Shen Yun pada 24 Desember 2015, di Houston.

Tanpa batasan

Shen Yun terus menginspirasi penonton di seluruh dunia, hal ini menjadi jelas bahwa budaya ini melampaui batas-batas dari segala macam dan tidak memerlukan pengetahuan sebelumnya dari sejarah Tiongkok, karena itu langsung menuju ke hati.

“Ini adalah pengalaman yang paling menakjubkan dalam hidup saya. Benar-benar,” kata Tom Paino, seorang ahli kimia yang bekerja untuk pemerintah AS. Dia merasa benar-benar terangkat, dan mengatakan itu seolah-olah keilahian telah diwujudkan sebagai manusia tepat di depan matanya.

Tom Paino saat masuk ke gedung teater Kennedy Center di Washington, DC, pada 20 Februari, dengan perasaan “sangat sedih tentang kehidupan saya, tentang umat manusia, tentang segala sesuatu yang terjadi di dunia ini.”

Lalu ia melihat Shen Yun, dan “Saya merasa sepertinya sekarang ada harapan. … Ada harapan bagi masing-masing individu serta bagi kita semua secara kolektif. Saya hanya merasa sangat terinspirasi. Ini melampaui kata-kata. Saya tidak bisa menggambarkannya,” kata Tom.

Orang lain yang mencoba untuk membuat Shen Yun selama bertahun-tahun, memastikan bahwa akhirnya, musim ini, mereka tidak akan melewatkannya.

Sathsowi Thay Koroghli dan ibunya belum sempat melihat pertunjukan Shen Yun tahun lalu di Las Vegas karena tiket terjual habis, sehingga kali ini mereka membeli 100 tiket dan mengajak teman-teman dan keluarganya untuk pertunjukan kali ini. Ny. Sathsowi Thay Koroghli (teman-temannya memanggil Susie) adalah putri dari seorang putri Kamboja dan cucu dari Raja Sisowath Monivong.

“Indah, itu sangat indah, inspiratif,” katanya setelah melihat kinerja pada tanggal 23 Januari lalu. “Kami benar-benar senang bahwa kami bisa lakukan ini! Menyentuh sesuatu dalam diri saya juga, karena tidak peduli apa agama Anda, itu tentang menjadi baik dan membuka pikiran Anda untuk belajar memiliki kebijaksanaan yang baik tentang kehidupan,” kata Ny. Sathsowi Thay Koroghli.

Dibandingkan dengan keluarga kerajaan Kamboja, Paul Salomon mungkin lebih beruntung lagi, setelah dengan mudah melihat Shen Yun sebanyak dua kali. Yaitu pada tahun 2015, dan kemudian menghadiri pertunjukan malam pembukaan tahun ini pada 14 Januari di teater David H. Koch juga. “Sangat penting untuk melestarikan warisan.

“Sungguh menakjubkan. Saya tidak tahu ada sejarah 5.000 tahun yang indah seperti itu,” kata Paul.

Pertama kali saat menghadiri performa ini, ia membawa kedua anaknya, berusia 8 dan 11 tahun, keduanya sangat menikmatinya juga. Paul, seorang musisi di Forest Hills Symphony Orchestra, ia menikmati performa musik Shen Yun sehingga ia segera membeli DVD orkestra, dan kini secara teratur mendengarkan komposisi Shen Yun saat mengemudi.

“Keseluruhan acara itu presisi, indah, misteri, magis. Itu sulit dipercaya,” kata Paul Solomon, salah satu dari sekian pengalaman penonton yang tak terhitung jumlahnya, yang telah tersentuh oleh kesenian Shen Yun di seluruh dekade terakhir, dan tidak diragukan lagi untuk di masa depan. (Epochtimes/Ajg/Yant)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular