Sekelompok mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung membentuk sebuah tim, yang ditargetkan melampaui balon udara Loon Project milik Google. Dengan caranya sendiri, mereka mengirimkan akses internet antar pedasaan melalui balon Wifi.

Google meluncurkan Project Loon yang ambisius, yang bertujuan mengambangkan ribuan balon Wifi berteknologi tinggi hingga ke daerah-daerah terpencil dan miskin di seluruh dunia. Dan Indonesia telah dipilih Google sebagai salah satu titik uji coba tersebut.

Tampaknya mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung seperti dilansir Detikcom juga tidak mau ketinggalan dengan Project Loon Google, mereka membentuk sebuah tim, dan memulai sebuah proyek berupa Balon Internet atau Loon Wifi yang bernama Helion.

Balon wifi “helium”ini akan diterbangkan dengan ketinggian maksimal 25 meter hingga 50 meter. Secara teori, akses internet yang disebarkan balon WiFi ini bisa mencapai satu hingga empt kilometer persegi. Balon yang bernama Helion itu bukan seperti balon kebanyakan, karena balon ini berkonsep Flying BTS atau base station terbang yang ditambatkan atau dikendalikan dari jarak jauh.

Balon Internet atau Loon Wifi bernama Helion ini, adalah buatan startup INSITEK asal Bandung yang dipimpin Hagorly M. Hutasuhut. Hargorly merupakan mahasiswa Indonesia yang pernah mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung dan University College London.

Proyek “Helium” ini kini telah mendapat hibah penelitian dari Departemen Ilmu dan Teknologi Indonesia. Mereka mengadakan sejumlah uji coba di Institut Teknologi Bandung, hasil pengujian awal membuktikan proyek tersebut dapat dijalankan, tapi masih beberapa masalah yang perlu dipecahkan.

Dalam uji coba terakhir, balon melayang di ketinggian 80 meter, dan dapat mengirimkan sinyal Wifi dalam radius 300 meter di permukaan. Balon wifi ini dapat melayang di udara selama sekitar satu minggu, setelah itu harus diisi kembali udaranya.

Bicara soal kemampuan, apabila dibandingkan dengan operator seluler, Open BTS ini dapat menangani layanan suara, pesan teks, serta GPRS dengan melakukan sedikit konfigurasi pada router. Bahkan melalui konfigurasi lebih lanjut bisa sampai 3G atau 4G seperti yang dilakukan pegiat Open BTS di Amerika Serikat. (Epochtimes/Jhon/asr)

Share

Video Popular