- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Misteri Hilangnya Kapal di ‘Segitiga Bermuda’ Terungkap ? (Video)

Benarkah rahasia Segitiga Bermuda yang selama ini masih menjadi misteri sudah ditemukan jawabannya? Para ilmuwan menemukan kawah raksasa bawah laut yang mungkin dapat menjelaskan bagaimana kapal-kapal yang melintas di wilayah tersebut bisa lenyap tanpa jejak.

Sebuah penemuan kawah raksasa bawah laut di Laut Barents bisa menjadi penjelasan yang layak atas hilangnya kapal-kapal di Segitiga Bermuda.

Para ilmuwan menemukan kawah tersebut setengah mil lebarnya dan 150 kaki kedalamannya, diyakini telah disebabkan oleh terbentuknya metana di lepas pantai dari gas alam yang melimpah di Norwegia.

“Metana telah bocor dari kandungan gas alam yang berada jauh di bawah permukaan dan menciptakan rongga yang akhirnya meledak,” para ilmuwan mengatakan.

“Beberapa kawah raksasa ada di dasar laut di wilayah barat-tengah laut Barents, dan mungkin sebagai penyebab terjadinya semburan gas yang sangat besar, “kata peneliti dari Arctic Universitas Norwegia kepada Sunday Times.

Menurut para ilmuwan, kawasan kawah tersebut kemungkinan mewakili salah satu “hotspot” pusat terbesar lautan yang melepaskan metana di Arktik. Dan ledakan-ledakan tersebut yang menyebabkan kawah terbuka sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi kapal-kapal yang melintas di atas laut Barents.

Hal ini juga dapat menjelaskan hilangnya kapal dan pesawat di daerah kontroversial yang disebut sebagai Segitiga Bermuda tersebut, daerah yang membentang dari luar wilayah Inggris di Samudra Atlantik Utara sampai ke pantai Florida, dan Puerto Rico.

ilmuwan Rusia, Igor Yeltsov, wakil kepala Trofimuk Institute, mengatakan tahun lalu, “Ada sebuah pendapat bahwa Segitiga Bermuda merupakan konsekuensi dari reaksi gas hidrat.”

“Mereka mulai secara aktif mengurai es metana berubah menjadi gas. Menjadikannya mirip dengan longsornya gunung es turun ke bawah, seperti reaksi nuklir, menghasilkan sejumlah besar gas. Hal Itu membuat laut panas dan kapal-kapal tenggelam di perairan yang tercampur dengan gas dalam proporsi yang sangat besar,” tutur para ahli. (ran)