Oleh: Cao Changqing

Mantan ibu negara AS, Nancy Reagan meninggal dunia di kediamannya di Los Angeles dini hari ini pada usia 94 tahun. Baik Nancy maupun presiden AS ke-40 Ronald Reagan sama-sama merupakan artis Hollywood. Dulu Reagan sangat membenci partai komunis dan pernah bersaksi di depan Dewan Kongres, menekankan pentingnya melawan dan memberantas oknum komunis di Hollywood. Kisah asmaranya dengan Nancy juga terjalin karena melawan komunis, karena nama Nancy dicatut ke dalam daftar nama kaum sayap kiri di Hollywood (waktu itu ada seorang aktris lain yang juga bernama Nancy Davis). Waktu itu Nancy menemui Reagan yang menjabat sebagai Kepala Perserikatan Buruh Hollywood agar meralat daftar tersebut. Akhirnya namanya dikeluarkan dari daftar itu, dan tercatat di surat pernikahan keduanya. Dua hari sebelum meninggalnya Nancy (4 Maret) adalah hari peringatan pernikahan mereka yang ke-64.

Nancy pernah membintangi 11 film, walaupun bukan bintang film kondang, tapi cukup terkenal dibandingkan Reagan pada masa itu. Akan tetapi media massa memberitakan, “Nancy sama sekali tidak pernah kehilangan cita-citanya yang paling besar, yakni memiliki pernikahan yang bahagia.”

Setelah bertemu dan berbincang dengan Reagan, Nancy “langsung merasakan” dialah pria ideal yang ingin dinikahinya. Dalam memoirnya dia berkata, “Saya sangat memahami, menjadi istrinya adalah peran yang paling saya dambakan.”

Akhirnya peran ini membuatnya memenangkan hati warga Amerika Serikat. Nancy dikenal sebagai “sosok yang melindungi citra sang suami,” adalah wanita konvensional yang menjadikan profesi suaminya sebagai sumbu hidup. Pasangan Reagan menjalani pernikahan penuh cinta kasih selama 52 tahun. Dari Hollywood sampai Gedung Putih, mereka lalui di bawah sinar gemerlap lampu sorot, penuh cinta dan kasih sayang, dan saling mendukung, menjadi pujian warga Amerika yang meyakini pernikahan dan menjadi teladan yang sangat baik.

Pada wawancara 1998 Nancy pernah mengatakan, “Dimulainya hidup saya adalah saat saya menikahi Ronald. Dari dirinya saya mendapatkan apa yang diinginkan oleh seorang wanita, bahkan lebih.”

Pernikahan Reagan yang pertama dengan seorang aktris bintang film kandas karena sang istri menentang Reagan terjun ke dunia politik. Dan pernikahan keduanya justru membuahi hidup yang agung dan indah. Di perpustakaan penulis pernah membaca kumpulan surat Nancy yang berjudul “I Love You, Ronnie”, namun di dalamnya justru tersimpan surat cinta Reagan pada Nancy. Meskipun dari buku biografi Reagan penulis tahu bahwa Reagan sangat pandai menulis, dan kerap merevisi atau menulis ulang naskah pidato yang telah ditulis oleh staf Gedung Putih untuknya, banyak kata-katanya yang dikutip sebagai referensi, tapi tak disangka surat cintanya begitu menyentuh perasaan. Cintanya kepada sang istri, selalu seperti seorang pemuda yang baru kasmaran, “Seorang pria tidak bisa hidup meninggalkan hatinya, dan kaulah hatiku.”

Cinta Reagan terhadap istrinya juga terlihat pada banyak hal kecil. Seperti dikala sibuk dengan pekerjaannya, kadang Reagan tidak tahu apa yang dibutuhkan atau disukai Nancy, sehingga beberapa hari sebelum ulang tahun Nancy atau ulang tahun pernikahan mereka, Reagan diam-diam bertanya pada asisten atau teman baik Nancy, apa yang dibutuhkannya. Dan teman baik Nancy juga sering kali tidak tahu sehingga harus bertanya pada Nancy sendiri, dan bocorlah rahasia Reagan. Saat menerima kado dari suami, Nancy meluapkan kebahagiaan seolah tidak tahu menahu. Seolah cerita “Gift for Maggie” menjadi kenyataan.

Media-media massa arus utama yang berhaluan kiri pernah membuat banyak berita negatif tentang Nancy, yang meninggalkan kesan kurang baik terhadapnya karena dianggap terlalu mencampuri pekerjaan Reagan. Sebenarnya banyak yang tidak memahami bahwa Nancy tidak campur tangan urusan politik, melainkan semaksimal mungkin melindungi citra Reagan. Tentu saja dia paham betul akan kritik media dan anggota parlemen terhadap dirinya, tapi demi melindungi citra suaminya, dia rela citranya sendiri rusak.

Semua orang tahu Reagan hanya peduli pada dua hal besar (melawan paham komunisme dan merampingkan pemerintahan), dan merupakan seseorang yang tidak peduli pada detil. Reagan bahkan bisa salah menyebut nama anggota parlemennya. Reagan juga merupakan orang yang optimis, yang tidak khawatir apa pun, jadi ada yang mengatakan Reagan tidak khawatir apa pun, sementara Nancy khawatir segala hal. Jika bukan karena Nancy begitu cermat mengawasinya, maka sifat tidak peduli detil pada diri Reagan itu mungkin akan mendatangkan banyak masalah.

Dibandingkan dengan Reagan, sosok Nancy kecil dan lemah, namun setiap batu mulia yang mengukir “citra gemerlap” Reagan hingga saat ini, adalah hasil ukiran tangan nancy, seperti ketika Nancy mencium bendera yang menutupi jasad suaminya, sambil merapikan sedikit kerutan di atas bendera. Seorang istri yang mulia, hadiah terbaik dari Tuhan bagi Reagan. Reagan yang paling memahami dan memiliki semua ini, juga memberikan hadiah terbaik bagi istri yang telah mendampinginya selama 52 tahun.

Pada beberapa tahun terakhir di masa kritisnya, Reagan tidak hanya kehilangan seluruh ingatannya, juga tidak bisa mengenali siapa pun. Pada lima hari terakhir menjelang ajalnya, ia tidak pernah membuka matanya. Putrinya Patty mengatakan, sebelum akhirnya ayah menghembuskan nafas terakhir, tiba-tiba membuka matanya dan memandang Nancy, “Pandangan mata itu tidak buram atau kosong, melainkan jernih dan penuh cinta kasih.”

Nancy sangat yakin, pada detik terakhir itu, Reagan telah mengenalinya. Pandangan terakhir itu, adalah “hadiah terbaik” yang diberikan Reagan kepadanya. Kini, Nancy kembali ke pelukan Reagan pria yang dicintainya. Hal yang ditinggalkannya pada orang-orang yang masih hidup, adalah harapan manusia yang tak pernah pupus terhadap cinta dan pernikahan. (whs/rmat)

Share

Video Popular