Oleh: Ye Yu Huan

Banyak rahasia yang perlu dijelajahi di dunia bawah laut yang misterius

Hampir satu abad lamanya, sejumlah kapal dagang dan kapal perang setiap negara di dunia selalu mengalami beberapa hal yang ganjil, tiba-tiba tanpa sebab yang jelas ada pancaran cahaya yang unik dari kedalaman laut, atau tampak sesosok aneh yang misterius. Hingga sekarang, fenomena-fenomena aneh ini masih membingungkan para ilmuwan. Seorang ilmuwan asal Amerika mengemukakan sebuah pandangan yang berani berdasarkan penelitiannya selama bertahun-tahun, besar kemungkinan di balik fenomena aneh ini tersembunyi suatu peradaban asing!

Kilatan cahaya misterius adalah sinyal peradaban?          

Menurut pandangan ilmuwan, bahwa “manusia dasar laut” selain mampu bertahan hidup di dalam “samudera beroksigen,” juga dapat bertahan hidup di “udara samudera,” adalah cabang lain dari manusia purbakala, alasannya adalah asal-usul manusia berasal dari laut, banyak kebiasaan dan organ manusia sekarang secara jelas mempertahankan tanda-tanda ini, seperti misalnya suka makan ikan, bisa berenang dan sebagainya. Ciri-ciri ini tidak dimiliki oleh hewan mamalia lainnya di daratan.

”Makhluk dasar laut,” makhluk apa dan dari mana sebenarnya? Rudnitsky, sarjana asal Rusia mengatakan, bahwa hipotesa yang berani ini masuk akal. Jika bisa mencatat waktu keberlangsungan dan waktu jeda kilatan cahaya misterius di laut itu, mungkin dapat mengurai melalui komputer terkait informasi dari “makhluk dasar laut” yang dipancarkan dari sinyal kilatan cahaya tersebut.

Sedangkan menurut pandangan kedua, “Makhluk dasar laut” bukan cabang lain dari manusia, besar kemungkinan adalah makhluk luar angkasa tertentu yang tinggal di bawah air. Alasannya karena kecerdasan dan tingkat teknologi makhluk-makhluk ini jauh lebih canggih dari manusia, karena diluar dugaan mampu bertahan hidup di dalam laut! Namun hipotesa ini terlalu fantastis, tidak mendapatkan pengakuan sebagaian besar dari ilmuwan.

Siapa sebenarnya “makhluk dasar laut” itu?

Sebenarnya, hipotesa orang-orang terkait “makhluk dasar laut” itu juga didasarkan secara realitis, di antaranya banyak laporan tentang penampakan monster laut di belahan dunia.

Pada 1938 silam, di atas pesisir pantai Estonia di laut Baltik, Eropa Timur, sekelompok pelaut menemukan makhluk ganjil yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Moncongnya seperti mulut bebek, dadanya seperti dada ayam, kepalanya yang bulat sedikit mirip dengan kodok. Ketika “manusia kodok”itu mengetahui ada yang mengikutinya, ia segera melompat ke Laut Baltik, dengan kecepatan yang fantastis, nyaris tidak tampak sepasang kakinya, tapi meninggalkan telapak yang besar di pantai.

Sementara pada 1958, Dr. Rodhan dari National Oceanic and Atmospheric Administration, AS, mengabadikan beberapa jejak mirip kaki manusia di dasar laut di kedalaman 4000 meter di Atlantik dengan kamera bawah air.

Pada 1988, di rawa-rawa di pinggiran kota di South Carolina, AS, orang-orang kembali menemukan “manusia kadal,” yaitu sesosok makhluk setengah manusia setengah binatang. Tinggi “manusia kadal” sekitar dua meter, memiliki sepasang mata merah besar, sekujur tubuhnya dipenuhi dengan sisik hijau, hanya memiliki tiga jari pada setiap tangan, berjalan tegak lurus, saat berlari lebih cepat dari mobil, dan bisa berjalan leluasa di dalam rawa. Orang-orang berusaha dengan berbagai cara unuk menangkapnya, tapi tidak pernah berhasil.

Sanderson, seorang ilmuwan AS mengabdikan hampir seluruh hidupnya hanya untuk meneliti “fenomena aneh” di dunia bawah laut. Ia juga telah menulis banyak artikel bernilai akademik. Pada suatu hari, ketika Sanderson menumpangi kapal pemecah es berlayar di Atlantik Utara, ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri satu pemandangan yang luar biasa, sesosok monster perak berbentuk peluru tiba-tiba mencuat dari dalam laut beku, dan terdengar “praaakkk” menghancurkan lapisan es setebal lebih dari 1 meter. Namun, tak lama kemudian monster itu hilang. Melihat itu, Sanderson dengan yakin mengatakan, bahwa ada peradaban dasar laut yang sangat maju di atas bumi ini.

Seiring dengan kemajuan teknologi, banyak laporan saksi mata terkait “makhluk dasar laut” seperti itu di berbagai belahan di dunia. Sebenarnya apakah “makhluk ganjil”ini memang benar-benar ada atau hanya kerjaan iseng orang setempat.

Sisa peradaban atau karya alami

Selain “makhluk dasar laut”, orang-orang juga menemukan bangunan misterius di dasar laut, bangunan-bangunan ini dianggap sebagai tanda peninggalan dari peradaban dasar laut. Pada musim panas 1992 lalu, sekelompok pengumpul rumput laut asal Spanyol menemukan sebuah bangunan kubah transparan yang sangat besar di dasar laut.

Pada Juli 1993, ilmuwan AS dan Inggris menemukan dua unit Piramida besar yang dibangun dengan kaca kristal di dasar laut di kedalaman sekitar 1000 meter di Atlantik, panjang sisinya sekitar 100 meter, dan tinggi kurang lebih 200 meter. Namun, kedua piramida ini hilang secara misterius, dan tidak ditemukan meski telah berupaya maksimal.

Terbetik berita, bahwa kolonel Amerika Henry pernah menemukan piramida di kedalaman 360 meter di bawah laut di Segitiga Bermuda. Kala itu, orang-orang berpikir bangunan-bangunan itu digunakan “makhluk dasar laut” untuk mengumpulkan minyak dan gas lepas pantai. Selain itu juga ada yang menganggap itu adalah peralatan untuk untuk pemurnian dan bahkan ada yang menduga itu adalah jaringan elektromagnetik untuk pembangkit listrik yang digunakan “makhluk dasar laut.”

Namun, sejumlah ahli geologi mengatakan bahwa bangunan yang ditemukan di dasar laut itu, strukturnya jauh lebih alami, tidak seperti dibangun secara manual. Selain itu, ada ilmuwan yang menyebutkan, bahwa meskipun piramida-piramida itu tidak terbentuk secara alam, namun, karena jarak lokasi penemuannya tidak jauh dari Semenanjung Yucatan yang merupakan kampung halaman bangsa Maya, sehingga dapat disimpulkan, bangunan-bangunan tersebut mungkin merupakan bangunan kuno bangsa Maya purbakala yang tenggelam di dasar laut karena pergerakan kerak bumi.

Bangsa Maya hidup di dasar laut?

Lebih dari dua ribu tahun silam, Platopernah menyebutkan bahwa di “Laut Barat” terdapat sebidang daratan yang besar, yakni “Negeri Atlantis.” Sebidang tanah daratan besar dengan panoramanya yang indah, kaya sumber alam, danperadabanyang sangat maju, kehidupan masyarakat yang makmur,tentara yang kuat dan menggetarkan lawan. Namun, tak diduga, sebuah gempa bumi diiringi dengan tsunami dahsyat yang menghancurkan membuat segenap daratan Atlantis berikut rakyatnya tenggelam dalam semalam di dasar laut.

Belakangan, ada yang menemukan gugusan bangunan dari batu raksasa di dasar laut pulau Bimini di perairan Segitiga Bermuda. Bangunan dengan struktur yang padat dan berskala luas. Terbentuk dari bongkahan batu besar setinggi 3 meter, lebar 6 meter, dan panjang 4.5 meter dengan tembok batu sepanjang 1600 meter, setiap potongan dari batu raksasa itu minimal juga ada 25 ton beratnya.

Sebuah piramida datar setinggi 42 meter, dengan panjang 54 meter di setiap sisinya, terlena hampir 400 meter di bawah laut, selain itu juga ditemukan bekas dermaga, peralatan pelabuhan dan patung marmer. Berdasarkan analisa dari batuan kapur dasar laut dekat kepulauan Bahama, membuktikan bahwasannya piramida itu pernah eksis di daratan pada 1,2 juta tahun silam, artinya disini dulunya adalah sebuah daratan. Para penjelajah yang dipenuhi dengan imajinasi tingkat tinggi itu curiga bahwa bangsa Atlantis mungkin masih hidup di dasar laut

Pada 2020 manusia tinggal di dasar laut

Pakar manusia memprediksi bahwa pada akhir masa pertengahan abad ke-21, penduduk dunia akan tembus 20 milliar. Bila tiba saatnya, ruang lahan yang terbatas tidak mampu lagi memenuhi kehidupan manusia normal. Oleh karena itu, beberapa ahli telah mengusulkan, lebih baik kita kembali ke laut saja.

Siapa tahu manusia bisa mendapatkan perkembangan baru di sana.

Saat ini, arsitek bangunan di laut sedang menyusun cetak biru kota samudera. Setelah bangsa Jepang menyelesaikan bandara di atas laut, kini kembali membangun kota di atas laut. Sementara Amerika akan membangun kota yang mengelilingi laut di bawah laut kepulauan Hawaii. Abad ke-21 akan menjadi abad pembangunan manusia dan pemanfaatan laut. Sehubungan dengan ini, kalangan ilmiah internasional meluncurkan lomba atletik yang baru, bersamaan dengan pengembangan dan pemanfaatan laut, kita lihat siapa yang pertama mewujudkan konsep kota laut itu menjadi kenyataan. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular