Oleh CNA

Pengangkatan mantan Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva menjadi kepala staf khusus kepresidenan, serta sebuah rekaman pembicaraan telepon yang diklaim oleh partai oposisi sebagai upaya presiden Dilma Rousseff untuk mempengaruhi kejaksaan dalam penyidikan kasus korupsi dan pencucian uang yang melilit mantan presiden itu, telah memicu ketegangan politik di Brazil.

Reuters mengutip sumber kepolisian melaporkan bahwa sekitar 2500 orang melakukan unjuk rasa di depan istana presiden dan sebagian lainnya berada di Avenue Paulista, Sao Paulo. Selain itu puluhan anggota parlemen dari partai oposisi berteriak dalam gedung yang sedang ada agenda rapat minta Dilma Rousseff mundur dari jabatan.

Di harian resmi Brazil tercetak, setelah Lula da Silva dinominasikan sebagai kepala staff khusus kepresidenan,  selain Mahkamah Agung, Lula akan mendapatkan semua kekebalan hukum. Padahal kasus pencucian uang dan sejumlah penipuan masih sedang diusut Kejaksaan.

Keterangan foto: Penunjukan mantan presiden Brazil yang dililiti tuntutan hukum menjadi kepala staf khusus kepresidenan memicu protes keras rakyat Brazil. (Victor Moriyama/Getty Images)
Keterangan foto: Penunjukan mantan presiden Brazil yang dililiti tuntutan hukum menjadi kepala staf khusus kepresidenan memicu protes keras rakyat Brazil. (Victor Moriyama/Getty Images)

Hakim Federal Sergio Moro dalam dokumen pengadilan yang dirilis Kamis (17/3/2016) menyebutkan bahwa rekaman percakapan antara Lula dengan Dilma tampaknya sengaja ditampilkan guna mempengaruhi investigasinya. Namun, kata dia, masih belum diketahui apakah cara tersebut akan digunakan untuk  mempengaruhi pihak-pihak yang berwenang.

Seorang oposisi mengatakan, penunjukan Lula adalah upaya agar ia terhindar dari proses impeachment yang sedang berlangsung serta penangkapan oleh pihak berwenang.

Namun Dilma Rousseff mengatakan bahwa penunjukan mantan presiden itu semata karena ia memiliki banyak pengalaman politik, serta prestasinya di masa lalu dalam hal menstabilkan kondisi keuangan negara serta dalam mengendalikan inflasi. Ia mengatakan, penunjukan tersebut tidak berarti Lula bisa mempengaruhi penyidikan, Mahkamah Agung masih bisa menghakimi dirinya. (sinatra/rmat)

 

 

Keterangan foto: Penunjukan mantan presiden Brazil yang dililiti tuntutan hukum menjadi kepala staf khusus kepresidenan memicu protes keras rrakyat Brazil. (Victor Moriyama/Getty Images)

 

 

Share

Video Popular