JAKARTA – Hiruk pikuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 sudah mulai diramaikan dengan berbagai isu yang mengemuka di tengah pencalonan kandidat independen dan kandidat yang akan dicalonkan sejumlah partai politik. Namun demikian, keramaian Pilkada DKI diramaikan munculnya kelompok pendukung untuk kesuksesan kandidat yang akan mereka usung.

Teman Ahok adalah gerakan independen didirikan oleh sekolompok anak muda yang memiliki visi untuk maju di jalur independen. Kelompok ini resmi berdiri sejak 15 Juli 2015, walaupun cikal bakal organisasi ini sudah ada sejak Maret 2015 dan resmi terbentuk dengan legalitas akta Notaris dan lainnya pada 15 Juni 2015.

Organisasi non politik ini menyakini bahwa Jakarta membutuhkan kehadiran sosok pemimpin yang bersih dan berani. Tentunya pemimpin seperti ini diharapkan memberikan untuk perubahan di Jakarta dan ada pada diri Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kelompok ini mendukung sepenuhnya pencalonan Ahok dikarenakan tak memiliki kenderaan politik.

Kelompok ini mengklaim memiliki relawan teman ahok sudah membentuk puluhan posko kelurahan Teman Ahok dan puluhan Booth mal di seluruh DKI Jakarta. Sebelumnya Teman Ahok sudah mengumpulkan 730 ribu KTP, namun demikian diputuskan untuk mengumpulkan KTP ulang Jumat (11/3/2016), Teman Ahok mengklaim berhasil mengumpulkan 74. 441 KTP untuk dukungan pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama dan Heru Budianto.

Sama halnya dengan rival Ahok, yakni Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Haji Lulung membuat Pilkada semakin gempita dengan kehadiran kelompok pendukung dengan nama ‘Suka Haji Lulung.’ Kelompok ini menurut rencana akan diresmikan oleh Haji Lulung 30 Maret 2016.

Haji Lulung sendiri mengklaim bahwa kelompok pendukungnya ini akan mempunyai sebanyak 1.000 posko untuk kelompok Suka Haji Lulung. Hingga saat kelompok ini disebut-sebut masih dalam tahapan penyelesaian koordinasi pada tingkat kelurahan untuk menghimpun kekuatan dari seluruh lapisan masyarakat. Relawan Haji Lulung juga terus bergerilya di sosial media seperti membuat akun Path Suka Haji Lulung.

Politisi PPP itu mengatakan jika terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta nanti maka akan mengusung program-program mempercepat penyerapan anggaran DKI Jakarta tak seperti pemerintahan provinsi Jakarta pada saat ini. Menurut Lulung, masyarakat Jakarta sejatinya memiliki komitmen tinggi untuk melakukan percepatan pembangunan di lingkungan mereka.

Setelah polemik deparpolisasi yang menyerang PDI-P, para pendukung Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat yang juga politikus PDI-P juga mulai bergerilya dengan membentuk jaringan massa Sahabat Djarot.

Sebelumnya Djarot sempat diisukan akan kembali berduet dengan Ahok untuk maju pada Pilkada DKI Jakarta, Ahok pun pernah menuturkan akan mendukung Djarot jika tak maju pada pilkada. Untuk meramaikan linimasa sosial media, baliho Djarot disebarkan oleh pendukung Djarot termasuk dukungan dari Komunitas Banteng Muda.

“Dari Blitar ke Djakarta, Harus Pintar Biar Gak Gelap Mata. Djarot ke Djakarta, Udah Pasti untuk Kerja Nyata” itulah kata-kata yang tercantum pada foto Djarot tersenyum lebar lengkap dengan #SAHABATDJAROT dan lambang Komunitas Banteng Muda yang beredar di sosial media. Para pendukung Djarot mengklaim bahwa selama melaksanakan roda pemerintahan Jakarta, Djarot selalu dibalik layak oleh karena sudah saatnya Djarot memainkan peranannya di depan layar. (asr)

Share

Video Popular