Film Back to the Future 2 yang ditayangkan pada tahun 1989 silam, sang aktor memakai sepatu olahraga yang bisa mengencangkan talinya sendiri secara otomatis. Karena terinspirasi film tersebut, perusahaan sepatu olahrag asal Amerika Nike kemudian mengembangkan sepatu sport pertamanya yang dapat mengikat talinya sendiri, dan dijadwalkan akan tersedia sebelum akhir tahun ini.

HyperAdapt 1.0, sepatu sport yang dikembangkan Nike melalui penelitian yang cukup panjang selama bertahun-tahun ini merupakan langkah pertama perusahaan tersebut menuju adaptive lacing. Agar bisa lebih nyaman memakai sepatu itu, Hyperadapt 1.0 dilengkapi dengan sensor yang terdapat pada level tumit yang akan mengaktifkan pengikat tali ketika kaki masuk ke dalam sepatu. Sementara, dua tombol di sisi sepatu dapat ditekan untuk melonggarkan atau mengencangkan pengikat tali tersebut.

John Hoke, wakil presiden Nike Inc mengatakan, bahwa setelah beberapa kali pakai, sepatu pintar ini akan secara otomatis menyesuaikan tingkat kekencangan atau kelonggaran sesuai dengan keinginan pengguna, sama seperti sabuk pengaman mobil yang tahu dengan kesukaan pengemudi. Namun, perusahaan sepatu tersebut menyebutkan bahwa nantinya, akan muncul teknologi yang dapat mengendalikan kekencangan tali sepatu secara otomatis, atau dengan kata lain dapat menyadari kapan penggunanya perlu mengencangkan atau melonggarkan tali sepatu.

HyperAdapt 1.0 menggabungkan teknologi yang berbeda untuk memenuhi tantangan yang dihadapi oleh atlet.  Penyesuaian presisinya yang cepat dapat menghindari cedera kaki atlet karena tali yang terlalu ketat atau tergelincir karena tali yang terlalu longgar, kata Tinker Hatfield, desainer sepatu Nike.

Rabu, 16 Maret lalu, Nike Inc mengumumkan, HyperAdapt 1.0 akan diluncurkan pada musim Natal akhir tahun 2016 ini dan akan hadir dengan 3 pilihan warna. “Tidak ada yang lebih pribadi selain sesuatu yang dapat berkomunikasi langsung dengan tubuh kita dan dapat berganti ketika Anda mengubahnya. Produk ini menjadi lebih hidup. Ini adalah langkah pertama untuk masa depan,” kata CEO Nike Mark Parker

Sebelumnya, pada tahun 2015 Nike meluncurkan sepatu limited edition, the Nike Mag, dengan teknologi power laces yang memiliki kemampuan beradaptasi dengan gerakan pemakainya. Sepatu tersebut juga terinspirasi oleh film Back to the Future: Part II.

The Nike Mag hanya akan dijual melalui sistem lelang tahun ini dan semua hasilnya akan disumbangkan kepada The Michael J. Fox Foundation for Parkinson’s Research, sebuah organisasi nirlaba yang diluncurkan oleh aktor yang berperan sebagai Marty McFly dalam film tersebut. (ET/Jhon/asr)

Share

Video Popular