Pengadilan negeri di Inggris pada Kamis (17/3/2016) menjatuhkan vonis berupa hukuman penahanan tanpa batas waktu di rumah sakit jiwa dengan penjagaan ketat kepada seorang suami berkebangsaan Inggris bernama Timothy Allen yang menghabisi nyawa istrinya dengan memenggal kepalanya tahun lalu.

Keputusan itu diambil oleh pengadilan negeri sesuai yang diatur oleh undang-undang kesehatan mental di Inggris terhadap pelaku kejahatan yang mengidap penyakit jiwa. BBC melaporkan bahwa tertuduh yang berusia 40 tahun itu langsung mengakui perbuatannya di depan hakim. Tetapi laporan medis yang dimiliki pengadilan menunjukkan bahwa serangkaian gangguan jiwa Timothy termasuk skizofrenia paranoid itu terjadi setelah ia mengalami kecelakaan sepeda motor pada 2004.

2 minggu sebelum kejadian tragis itu, Timothy mendatangi dokter keluarga untuk berobat yang kemudian dirujuk oleh dokter ke rumah sakit jiwa. Di depan sidang, jaksa penuntut tetap menuduh Timothy melakukan pembunuhan yang berunsur kesengajaan karena istrinya di saat kejadian telah berulang kali memohon agar tidak membunuhnya.

Undang-undang Inggris mengatur, terpidana yang terbukti mengidap penyakit jiwa tidak cocok untuk dimasukkan ke dalam sel, kecuali ditahan dalam rumah sakit jiwa dengan pengamanan yang ketat.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada 29 Agustus 2015. Saat itu, pasangan suami istri tersebut sedang menonton acara lomba nyanyi ‘X Factor’ di televisi dalam rumah mereka di St Neots, Cambridgeshire. Tetapi tanpa sebab yang jelas frustasi berat tiba-tiba menyelimuti perasaan Timothy hingga ia mengambil pisau dan mau bunuh diri. Tetapi pisau yang berada dalam genggamannya itu kemudian diarahkan ke istri dan anjing keluarga.

Istrinya yang etnis Tionghoa bernama Samantha Ho, pada malam kejadian sekitar pukul 23 menelpon untuk memanggil polisi datang menolong. Ia melaporkan bahwa suaminya sedang berusaha membunuhnya. Namun ketika tiba di rumah, polisi melihat adegan berdarah di mana kepala Samantha sudah berpisah dari badan dan Timothy yang tidak bisa mengendalikan diri sedang menggorok leher anjing kesayangan mereka.

Kedua orangtua Samantha (39) berasal dari Hongkong. Mereka ilmuwan biologis lulusan Nottingham Trent University. Sudah belasan tahun bekerja di perusahaan di bidang bioscience. Ia mengenal Timothy Allen sejak masih kuliah. Dituturkan oleh keluarganya bahwa Samatha sejak lama sudah bercita-cita untuk menjadi ilmuwan besar di bidangnya, berharap bisa melakukan perjalanan dunia dan memiliki lebih banyak waktu untuk bersama keluarga. Tetapi semua itu sudah sirna di malam yang mengerikan itu. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular