Seorang sejarawan di Inggris telah menemukan catatan rahasia yang tersembunyi dalam teks Alkitab yang pertama kali dicetak di Inggris.

Analisis terbaru dari Alkitab Latin, yang diterbitkan tahun 1535 oleh percetakan Henry VIII, telah mengungkapkan penjelasan menarik dalam bahasa Inggris yang dibuat selama Reformasi abad 16. Reformasi adalah periode pergolakan besar di Inggris, dimana melihat Gereja Inggris melepaskan diri dari otoritas Gereja Katolik di Roma.

Bertempat di perpustakaan Lambeth Palace, yang merupakan kediaman resmi Uskup Agung Canterbury di London, Alkitab tersebut adalah salah satu dari tujuh salinan yang masih bertahan.

“Kita tahu hampir tidak ada apapun tentang Alkitab unik ini – dalam kata pengantar yang ditulis oleh Henry sendiri – kecuali salinan yang masih bertahan hidup ini,” kata Eyal Poleg, seorang sejarawan di Queen Mary University of London, dalam siaran pers.

Dari pemeriksaan secara cermat mengungkapkan bahwa kertas tebal telah ditempelkan di atas bagian kosong dari Alkitab tersebut. “Tantangannya adalah bagaimana untuk mengungkap penjelasan ini tanpa merusak buku,” jelas Poleg.

Sejarawan telah membawanya pada Graham Davis, seorang spesialis dalam pencitraan 3D x-ray di universitas School of Dentistry. Para ahli mengambil dua gambar dalam paparan panjang, satu lapisan bercahaya menelusuri di antara halaman-halaman kitab tersebut.

Foto pertama mengungkapkan semua penjelasannya, teracak dalam teks yang tercetak, sedangkan foto kedua menunjukkan satu-satunya teks yang tercetak tersebut. Davis menulis masing-dari dari software untuk “mengurangi” gambar kedua dari yang pertama, mengungkapkan gambaran yang jelas tentang penjelasan, yang ditulis dalam bahasa Inggris.

“Anotasi tersebut disalin dari ‘Great Bible’ terkenal dari Thomas Cromwell, dipandang sebagai lambang Reformasi Inggris. Ditulis antara tahun 1539 dan 1549, mereka telah menutup dan menyamarkan dengan kertas tebal tahun 1600,” jelas universitas, dalam siaran persnya.

Poleg mengatakan bahwa anotasi tersebut mendukung gagasan bahwa Reformasi adalah proses bertahap. “Sampai saat ini, secara luas diasumsikan bahwa Reformasi telah menyebabkan pemutusan yang lengkap, sebuah momen Rubicon ketika orang berhenti menjadi Katolik dan diterima Protestan, ditolak orang-orang kudus, dan telah mengganti bahasa Latin dengan bahasa Inggris,” jelasnya.

“Alkitab ini adalah saksi unik pada saat Latin konservatif dan Inggris reformis digunakan bersama-sama, menunjukkan bahwa Reformasi tersebut adalah proses yang lambat, kompleks, dan bertahap.”

Penelitian Poleg juga menemukan transaksi tulisan tangan antara dua laki-laki di halaman belakang buku. Transaksi tersebut menyatakan bahwa James Elys Cutpurse dari London berjanji untuk membayar William Cheffyn dari Calais sebesar 20 shilling, atau akan pergi ke penjara terkenal Marshalsea. Penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Poleg mengungkapkan bahwa Cutpurse digantung di Juli 1152.

Dalam bahasa Inggris abad pertengahan, Cutpurse berarti ‘pencopet’.

“Diluar dari jabatan terkenal dari Mr.Cutpurse, fakta tersebut yang kita telah ketahui ketika dia meninggal adalah signifikan,” kata Poleg. “Hal ini memungkinkan kita untuk menjadwalkan dan melacak perjalanan buku tersebut dengan akurasi yang luar biasa. Transaksi tersebut jelas tidak bisa menggunakan tempat setelah kematiannya,” tambahnya. (Foxnews/ran)

Share

Video Popular