Oleh: dr. Patricia A. Muehsam

Bernapas adalah perangkat –yang paling sering diabaikan, paling mudah dilakukan, dan paling mudah dicapai– yang kita miliki untuk meningkatkan kondisi kesehatan tubuh-pikiran kita. Diketahui ada keterkaitan langsung antara mengolah pernapasan dan kesehatan.

Pada bagian 1 dan 2, saya telah membahas tentang pernapasan yang benar atau pernapasan alami, perbedaan antara bernapas melalui perut dan dada, serta pengetahuan tentang pernapasan.

Pada bagian 3 ini , akan melihat kembali hubungan antara napas dan emosi, serta menggambarkan kekuatan dan efek pernapasan singkat: bagaimana pernapasan dada dapat menyebabkan dan memperburuk suatu penyakit, dan bagaimana pernapasan perut dapat meningkatkan kesehatan.

Pernafasan dan emosi. Saya seringkali mengacu pada istilah tubuh-pikiran, menggambarkan koneksi yang dekat antara pikiran, perasaan, dan tubuh. Psikologis dan bagian tubuh sepenuhnya berkaitan. Tidak ada perbedaan diantara keduanya.

Kondisi emosional yang penuh tekanan, sering menyebabkan kita bernapas melalui dada dengan mengorbankan bernapas melalui perut, akan menyalakan sistem saraf simpatetik, hingga menyebabkan atau memperburuk segala masalah kesehatan yang kita miliki.

Bernapas melalui dada akan meningkatkan kondisi emosional akan ketakutan, kegelisahan, dan kemarahan. Dan kondisi emosional ini, pada gilirannya, dapat menyebabkan kita bernapas melalui dada, dengan konsekuensi efek sakit pada kesehatan kita.

Sedikit lagi tentang pernapasan dada. Agar bernapas secara sempurna, pernapasan dada selalu dilibatkan. Dada seseorang akan mengembang dan meluas seiring dengan diisinya paru-paru.

Hal ini berguna khususnya jika kita melakukan aktivitas fisik yang berat dan terjadi secara natural dan spontan. Penting diwaspadai bahwa seseorang bernapas melalui perut, bukan melalui dada.

Bagaimana pernapasan dada dapat menyebabkan dan memperburuk penyakit. Bernapas melalui dada sendiri dapat menyebabkan dan memperburuk penyakit. Sebab bernapas melalui dada melibatkan sistem saraf simpatetik, dia dapat menghambat fungsi pencernaan, menyebabkan atau memperburuk masalah kardiovaskular, dan mengakibatkan masalah tidur, istirahat, relaksasi, dan bahkan masalah seks.

Kenyataannya, semua masalah kesehatan diperburuk akibat bernapas melalui dada: misalnya penyakit sistem peredaran seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner, kelainan pernapasan seperti asma, masalah perut dan pencernaan seperti radang lambung dan luka yang tidak bisa menutup, serta dignosis yang menantang hidup seperti kanker dan kondisi kronis lainnya yang oleh ilmu kedokteran Barat telah divonis tidak dapat disembuhkan.

Pencernaan juga tidak seimbang akibat pernapasan dada. Gerakan peristaltik (gerakan pada usus yang secara otomatis meremas dan melepaskan cengkeraman) secara langsung dihalangi oleh pernapasan dada. Karena makanan adalah ilmu kedokteran kita yang pertama, kita dapat mengerti efek yang sangat besar dan secara sistemik pada kesehatan tubuh dan pikiran kita. Belajar bernapas alami dapat meredakan masalah kesehatan.

Dengan mempelajari atau benar-benar belajar ulang bagaimana bernapas secara alami, melalui pernapasan perut dengan sengaja mempelajari kendali secara terus menerus sistem saraf mana yang ingin kita aktifkan.

Pernapasan perut akan menyalakan sistem parasimpatetik. Kita dapat meningkatkan kualitas tidur, pencernaan dan konsentrasi kita; meningkatkan relaksasi; membebaskan kondisi emosional yang tidak nyaman; meningkatkan fungsi kardiovaskular—segala masalah kesehatan yang kita miliki.

Kondisi parasimpatetik ini memungkinan adanya kondisi optimal dan kebutuhan untuk penyembuhan kesehatan sebab kondisi yang sepenuhnya istirahat dan relaks diperlukan untuk pemulihan dari segala penyakit. (Epoch Times Feb/Yant)

Selesai

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular