Oleh: Lin Yan

Penelitian terbaru astronom menemukan, bahwa potensi ancaman komet Centaur terhadap Bumi jauh lebih fatal dari asteroid dekat Bumi. Jika Bumi diterjang komet sebesar puluhan kilometer dengan kecepatan sekitar 240.000 kilometer (150.000 mil) ini, maka kehidupan di atas Bumi diyakini akan nyaris musnah sepenuhnya.

Melansir laman “Daily Express” Inggris, sebelumnya sejumlah besar penelitian astronomi difokuskan pada asteroid dekat Bumi, ukuran benda-benda langit ini diperkirakan puluhan meter hingga beberapa mil besarnya, sejauh ini, ada sekitar 90% posisi asteroid dekat Bumi belum bisa dipastikan.

Namun, baru-baru ini astronom menemukan, bahwa lintasan komet Centaur yang biasanya tidak akan melewati sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter mungkin lebih berpotensi mengancam Bumi daripada asteroid-asteroid ini, karena kecepatan mereka sekitar 240.000 kilometer (150.000 mil), dengan ukuran sekitar 50 – 100 km besarnya. Jika salah satu yang terkecil dari komet menghantam bumi, maka besar kemungkinan akan mengakhiri segenap kehidupan di jagad raya ini, karena hantaman itu akan mengubah Bumi menjadi bola api.

Keterangan gambar: Ilustrasi Bumi dihantam benda langit. (Video screenshot)
Keterangan gambar: Ilustrasi Bumi dihantam benda langit. (Video screenshot)

“Selama tiga dekade terakhir, kita mencurahkan banyak upaya untuk melacak dan menganalisis bahaya tabrakan antara asteroid dengan Bumi. Hasil penelitian kami menunjukan, bahwa kita perlu lebih memperluas lingkup pengamatan dari dekat Bumi hingga ke orbit Jupiter, agar dapat menemukan komet Centaur. Jika kesimpulan kami benar, komet raksasa nan jauh ini bisa menjadi ancaman serius. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk memahami komet-komet itu lebih dalam,” kata Profesor Bill Napier di University of Buckingham, Inggris.

Hasil penelitian profesor Napier dan timnya dipublikasikan di jurnal Royal Astronomical Society journal of Astronomy and Geophysics. Menurut para peneliti, jika sebuah komet Centaur memasuki atmosfer bumi, besar kemungkinan akan terjadi suasana seperti yang terjadi pada 65 juta tahun silam. Sebagaimana diketahui, kala itu, sebuah komet atau asteroid sebesar 16 kilometer (10 mil) jatuh di wilayah Yukon semenanjung Meksiko, sehingga menyebabkan sebagian besar dinosaurus punah. Jadi, jika satu komet Centaur yang besarnya sekitar 100 kilometer (60 mil) itu menghantam bumi, maka tidak ada satu pun makhluk hidup di Bumi ini akan lolos dari kematian.

Keterangan gambar: Ilustrasi sebuah bola api yang terbentuk setelah Bumi dihantam benda langit. (Video screenshot)
Keterangan gambar: Ilustrasi sebuah bola api yang terbentuk setelah Bumi dihantam benda langit. (Video screenshot)

“Kami terperangah karena sejauh ini hampir tidak ada yang membuat langkah-langkah apapun dalam merespon potensi ancaman komet Centaur,” kata profesor Napier dan timnya.

Menurutnya pada zaman purbakala, telah terjadi beberapa kali kepunahan massal, seperti misalnya kepunahan dinosaurus 65 juta tahun silam itu tidak tertutup kemungkinan disebabkan oleh dampak dari hantaman komet raksasa ini.

Meskipun komet Centaur tampaknya tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi, namun sebaiknya kita menganalisis kembali kemungkinan dari benda-benda langit ini melesat menuju bumi. Ukuran dari komet Centaur ini antara 50 – 100 km besarnya, dengan lintasan yang tidak stabil, mungkin sesekali akan menyimpang dari orbitnya semula dan terbang melesat ke Bumi. Para ilmuwan memperkirakan bahwa komet Centaur akan melesat ke Bumi setiap 40,000 – 100,000 tahun sekali. Namun, jika benar-benar terjadi, maka kehidupan di Bumi akan menghadapi bencana kepunahan massal yang mengerikan. (Epochtimes/joni/rmat)

 

Share

Video Popular