Oleh CNA Naypyidaw

Pemimpin Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Myanmar Aung San Suu Kyi pada Senin (21/3/2016) hari ini mengatakan bahwa dirinya akan ikut melantik presiden Myanmar yang baru pada 1 April 2016 nanti dengan tetap menjabat sebagai ketua partai tetapi tidak akan masuk dalam kabinet baru.

Parlemen Myanmar pada pekan lalu telah menunjuk pemenang hadiah Nobel Perdamaian yang selama ini mendapat kepercayaan dari Aung San Suu Kyi, Htin Kyaw sebagai presiden Myanmar pertama sejak 1960 yang berasal dari non militer.

Partai NLD yang memperoleh kemenangan telak dalam pemilihan, tetapi ketua, suami beserta kedua anak mereka yang bukan warganegara Myanmar tidak bisa diangkat sebagai presiden sesuai konstitusi yang disusun oleh junta militer Myanmar.

Eksekutif NLD mengecam ketetapan konstitusi itu dengan “tidak masuk akal,” termasuk Aung San yang hanya meresponnya dengan nada rendah mengatakan bahwa ia akan overtop dalam mengendalikan negara.

NLD tidak mengungkapkan bagaimana cara “mengatur permainan” nanti. Termasuk jabatan Aung San Suu Kyi dalam kabinet pemerintahan baru yang akan dibentuk pada 1 April 2016 mendatang.

Salah satu ketua yang merangkap Juru bicara NLD, Zaw Myint Maung menjelaskan, “Kedudukan dalam kabinet tidak lagi penting. Banyak anggota Kongres AS yang berpengaruh besar walaupun mereka tidak duduk di dalam kabinet. Hal ini juga berlaku di sini, di mana dia (Aung San Suu Kyi), akan terus memimpin partai yang berkuasa untuk mengendalikan jalannya pemerintahan baru.”

Ucapan Zaw Myint Maung tersebut sejauh ini merupakan ungkapan yang gamblang dari seorang eksekutif NLD meskipun tidak memberikan rincian lebih jauh. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular