JAKARTA –  Sidak Presiden Joko Widodo ke Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional yang mangkrak di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor , Jawa Barat, Jumat (18/3/2016) menjadi pembicaraan hangat para pengamat dan pengguna media sosial di tengah kegiatan Ketua Umum Partai Demokrat, Pesiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dengan SBY Tour De Java sejak 8 Maret 2016 ke Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Banyaknya dugaan dan analisa atas blusukan Jokowi ke Hambalang dikarenakan proyek ini merupakan catatan suram pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Sejumlah petinggi Demokrat saat itu ikut terseret dan dipenjara akibat adanya suap dan korupsi untuk menjalankan proyek Hambalang.

Sedangkan SBY Tour De Java oleh sejumlah pengamat dan pengguna media sosial dimaknai sebagai masa-masa pencitraan untuk membangkitkan citra partai yang terpuruk akibat skandal internal partai. Partai Demokrat yang sebelumnya pemenang pemilu 2009 dengan 150 kursi menjadi 61 kursi pada pemilu 2014.

Direktur Eksekutif Indo Barometer Mohamad Qodari menilai blusukan Presiden Jokowi ke Hambalang merupakan bentuk manuver keras kepada Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Blusukan ini, ujar Qodari, memberikan pesan kepada SBY bahwa masih ada pekerjaan rumah yang belum selesai. Kasus ini bahkan tak hanya sekedar  warisan SBY, tapi kasus ini dihentikan karena adanya praktek korupsi.

Menurut Qodari, rivalitas dan saling sindir merupakan hal yang biasa antara pemimpin termasuk kepada sejumlah presiden di Indonesia. Qodari mencontohkan Presiden SBY yang dikatakan selalu mengomentari kebijakan Presiden Megawati dan Megawati yang menyindir SBY saat mengambil keputusan.

Juru bicara Kepresiden,  Johan Budi membantah blusukan Jokowi ke Hambalang sarat dengan muatan politis. Kunjungan ini adalah perhatian Presiden Jokowi atas aset negara triliunan rupiah yang sedang mangkrak. “Kunjungan Presiden upaya menyelamatkan aset negara,” ujar Johan di Jakarta.

Menurut Johan, sidak Presiden Jokowi ke Hambalang sudah direncanakan sejak jauh hari sebelum Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah petinggi Partai Demokrat  melakukan Tour de Java ke pulau Jawa. Johan Budi menegaskan sebelumnya Presiden Jokowi juga sudah meminta Menpora untuk melihat kondisi terkini proyek Hambalang.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentunya membantah kegiatan yang diselenggaran oleh Partai Demokrat ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Menurut SBY, kunjungan ke daerah ini merupakan hak untuk pengurus  partai untuk menggerakkan mesin partai dan menyapa kader dengan tujuan untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Proyek Hambalang dibangun era pemerintahan SBY dengan anggaran Rp 1,2 triliun. Sedangkan dana yang sudah terserap untuk pembangunan sebesar Rp 471,7 miliar. Petinggi Partai Demokrat yang terjerat kasus Hambalang adalah mantan Menteri Pemuda dan Olahrga Andi Mallarangeng dan mantan Ketum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.  (asr)

 

Share

Video Popular